![]() |
Sujiwo menjelaskan bahwa Jalan Trans Kalimantan merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Jalan Nasional. Meski faktor infrastruktur seperti lubang dan kerusakan jalan dapat memicu kecelakaan, ia menilai tidak sedikit insiden yang justru disebabkan oleh perilaku pengendara.
“Karena ini jalan Trans Kalimantan, otomatis kecepatan kendaraan cukup tinggi. Kami akui angka laka lantas di sini memang tinggi,” ujar Sujiwo saat diwawancarai awak media, Jumat (02/01/2026) malam.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian, khususnya Kapolres Kubu Raya, serta menyampaikan laporan kondisi jalan kepada Balai Jalan Nasional agar segera dilakukan perbaikan.
“Kalau kecelakaan disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak, itu menjadi tanggung jawab Balai Jalan Nasional dan sudah kami sampaikan. Harapannya segera ditangani untuk meminimalisir kecelakaan,” jelasnya.
Namun demikian, Sujiwo menekankan bahwa faktor manusia masih menjadi penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas. Kecepatan berlebih, kelelahan saat berkendara, kondisi kendaraan yang tidak layak, hingga perilaku ugal-ugalan di jalan raya kerap menjadi pemicu utama.
Untuk itu, ia mengimbau seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan.
“Kami menghimbau agar pengendara mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, mulai dari rem, ban, hingga mesin,” katanya.
Selain itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga menjadi hal yang ditekankan, termasuk mematuhi batas kecepatan serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm bagi pengendara sepeda motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil.
“Keselamatan itu tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya menyalahkan satu faktor saja. Pemerintah, kepolisian, dan pengendara harus sama-sama berperan,” tegas Sujiwo.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan akan terus memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, baik melalui koordinasi lintas instansi maupun edukasi kepada masyarakat, demi menekan angka kecelakaan di ruas Jalan Trans Kalimantan. (SK)
