![]() |
Kerugian tersebut meliputi emas perhiasan dan emas batangan atau logam mulia yang disimpan di dalam brankas toko.
Pemilik Toko Emas Gading Mas, Fransiskus Holly atau yang akrab disapa Hoklay, mengungkapkan pencurian baru diketahui saat hendak membuka toko. Ia mendapati kondisi toko sudah berantakan, sementara brankas penyimpanan emas ditemukan dalam keadaan rusak parah.
“Barang yang hilang berupa emas perhiasan dan logam mulia. Perkiraan kerugian sementara lebih dari tiga ratus juta rupiah,” ujar Hoklay saat ditemui.
Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi kejadian, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan secara terencana. Pelaku disinyalir masuk melalui bagian belakang bangunan, dengan memanfaatkan kondisi bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Di sekitar lokasi ditemukan jejak tapak kaki yang mengarah ke bagian belakang bangunan. Pelaku juga diduga menggunakan tangga milik tukang bangunan yang berada di lokasi.
“Pelaku naik ke atap, masuk lewat celah atap, kemudian turun melalui plafon rumah. Setelah itu, pelaku menemukan kunci rumah dan membuka pintu dapur,” jelas Hoklay.
Setelah berhasil masuk ke dalam toko, pelaku mengeluarkan brankas ke halaman belakang, lalu merusaknya hingga terbuka dan menguras seluruh emas yang tersimpan di dalamnya.
Dalam peristiwa ini, tidak terdapat saksi mata yang melihat langsung aksi pencurian. Kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam toko juga ditemukan dalam kondisi rusak.
“CCTV di dalam toko dirusak, sehingga tidak ada rekaman yang bisa dijadikan petunjuk,” tambahnya.
Pihak redaksi telah mengonfirmasi kejadian tersebut ke Polsek Marau. Berdasarkan informasi yang diterima, hingga saat ini pihak kepolisian setempat belum menerima laporan resmi dari korban, meskipun peristiwa tersebut telah diketahui.
Pihak kepolisian menyatakan siap menerima laporan dan akan melakukan penyelidikan sesuai prosedur hukum apabila laporan resmi telah diajukan oleh korban.
Hoklay berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku pencurian tersebut dan kejadian serupa tidak kembali terjadi, khususnya terhadap para pelaku usaha di wilayah Kecamatan Marau.
“Kami berharap kasus ini bisa segera ditindaklanjuti dan menjadi pelajaran bersama agar keamanan, terutama bagi pelaku usaha, bisa lebih diperhatikan,” pungkasnya. (SK)
