Melawi (Suara Sekadau) – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Rabu (28/10/2026) dini hari, tidak hanya menghanguskan puluhan rumah toko (ruko), tetapi juga melalap Kelenteng Fuk Tet Chie yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.
Klenteng Fuk Tet Chie Nanga Pinoh yang ikut dilalap api dalam insiden kebakaran di Pasar Jalan Merak, Rabu (28/10/2026) dini hari.SUARASEKADAU/SK
Kelenteng Fuk Tet Chie diketahui berdiri sejak 1925 dan menjadi satu-satunya kelenteng di wilayah Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Terbakarnya bangunan tersebut menambah dampak kerugian akibat kebakaran yang melanda kawasan pertokoan itu.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Kobaran api yang membesar di kawasan padat bangunan membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
Sejumlah unsur gabungan dikerahkan untuk memadamkan api, di antaranya Badan Sosial Pemadam Kebakaran (BSPBK) Bhakti Mulia Nanga Pinoh, TNI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), petugas pemadam kebakaran, serta kepolisian.
Petugas berjibaku dengan mengerahkan armada pemadam yang tersedia guna mengendalikan kobaran api dan mencegah penyebarannya ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan jurnalis Suara Kalbar di lapangan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB. Proses penanganan kebakaran tersebut berlangsung selama beberapa jam sejak kejadian pertama kali dilaporkan.
Kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian material hingga miliaran rupiah. Namun, nilai kerugian secara keseluruhan, termasuk dampak kerusakan terhadap Kelenteng Fuk Tet Chie, masih menunggu pendataan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Jumlah keseluruhan bangunan yang terbakar serta informasi mengenai kemungkinan adanya korban juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Terbakarnya Kelenteng Fuk Tet Chie menjadi salah satu dampak yang menyita perhatian dalam peristiwa kebakaran tersebut. Bangunan yang telah berdiri sejak 1925 itu merupakan bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. [SK]