Pulau Penebang) mulai melaksanakan program revegetasi dan penanaman pohon di area ruang terbuka hijau kawasan industri. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus memperkuat komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Kawasan industri yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) dan dikembangkan sebagai pusat hilirisasi serta industrialisasi bauksit terintegrasi di Kabupaten Kayong Utara.
Program revegetasi tersebut selaras dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”, serta tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Chief Operating Officer Kawasan Industri Pulau Penebang, Dev Herida, mengatakan kegiatan revegetasi difokuskan pada area bukaan proyek yang sudah tidak aktif maupun tidak lagi digunakan untuk aktivitas pembangunan.
“KIPP memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup. Ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bahwa pelestarian lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja harus selalu menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah jenis pohon telah mulai ditanam, di antaranya cemara kipas, keruing, serta berbagai tanaman lainnya yang mendukung penghijauan kawasan industri sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Menurut Dev, program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki ekosistem, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, harmonis, dan berkelanjutan bagi para pekerja di kawasan industri.
Selain penanaman pohon, PT Dharma Inti Bersama (DIB) juga tengah membangun nursery atau fasilitas pembibitan mandiri di kawasan industri sebagai bagian dari program penghijauan jangka panjang.
Ke depan, nursery tersebut akan difokuskan pada pengembangan bibit flora endemik guna menjaga keanekaragaman hayati di wilayah kepulauan.
Program revegetasi juga akan memanfaatkan pupuk kompos dari limbah dapur sebagai bentuk pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan.
Dev menegaskan bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas utama dalam pembangunan kawasan industri tersebut, mengingat Pulau Penebang berada di wilayah kepulauan dengan ekosistem pesisir yang sensitif.
“Aspek lingkungan adalah instrumen krusial yang kami kelola bersama pemerintah dan masyarakat. Manajemen dampak lingkungan menjadi kunci keberhasilan proyek ini,” tegasnya.
Melalui program penghijauan ini, Kawasan Industri Pulau Penebang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri yang tidak hanya produktif, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Kabupaten Kayong Utara.
“Harapannya, program ini menunjukkan komitmen nyata bahwa KIPP sangat serius menjaga lingkungan di area proyek Pulau Penebang,” pungkasnya.[SK]
