Sekadau (Suara Sekadau) – Ketekunan dan kerja keras menjadi kunci keberhasilan Mamad, seorang pedagang pentol kuah asal Lebak yang telah delapan tahun menggantungkan hidup dari usaha kuliner sederhana di Kabupaten Sekadau..jpeg)
Mamad, pedagang pentol
Berbekal modal awal sebesar Rp600 ribu yang berhasil dikumpulkannya, Mamad memberanikan diri memulai usaha berjualan pentol kuah secara mandiri. Keputusan tersebut menjadi titik awal perjalanan usahanya yang kini berkembang dan menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya.
Setiap hari, Mamad berjualan di kawasan yang ramai dilalui masyarakat, tepatnya di depan Rumah Melayu Sekadau. Ia mulai melayani pelanggan sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp10 ribu per porsi, pentol kuah racikan Mamad berhasil menarik minat berbagai kalangan masyarakat. Cita rasa yang gurih, kuah hangat yang menggugah selera, serta harga yang ramah di kantong membuat dagangannya hampir selalu ramai pembeli.
"Dalam sehari, pendapatan yang diperoleh berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp600 ribu," ujar Mamad saat ditemui di lokasi usahanya.
Selama kurang lebih 11 jam berjualan setiap hari, ia terus berupaya mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan kepada pelanggan yang datang silih berganti. Baginya, kepuasan pelanggan merupakan salah satu faktor penting yang membuat usahanya tetap bertahan hingga sekarang.
Meski usaha pentol kuah yang dijalaninya saat ini sudah cukup stabil, Mamad mengaku masih memiliki cita-cita yang lebih besar. Ia berharap suatu saat dapat mengumpulkan modal yang cukup untuk membuka sebuah warung makan permanen.
Warung makan tersebut diimpikannya berdiri di kawasan depan terminal, lokasi yang dinilainya strategis dan memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha kulinernya.
"Lewat jualan pentol kuah ini, saya sedikit demi sedikit mengumpulkan modal untuk membuka warung makan impian," ungkapnya.
Kisah Mamad menjadi contoh bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan kesabaran, kerja keras, dan konsistensi dapat menjadi jalan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Di tengah kesibukannya melayani pelanggan setiap hari, ia terus menanam harapan agar impiannya memiliki warung makan sendiri dapat terwujud di masa mendatang. [tim]