Pontianak (Suara Sekadau) – Di tengah kondisi ekonomi yang masih bergejolak, semangat warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat dalam melaksanakan ibadah kurban pada 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Rabu (27/5/2026) tetap tinggi.
Pengurus LDII di Melawi berbagi daging kurban kepada warga non muslim di momen perayaan Iduladha 1447 H, Rabu (27/5/2026). SUARASEKADAU/SK
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengatakan semangat berkurban warga LDII dipicu oleh besarnya nilai spiritual dan sosial yang terkandung dalam ibadah kurban.
“Secara spiritual, ibadah kurban menjadi cerminan ketakwaan seorang muslim dan menjadi amalan yang disenangi Allah SWT, bahkan melebihi semangat berlaga di medan peperangan. Apalagi kemanfaatan sosial yang diberikan dengan berbagi itu luar biasa,” ujarnya.
Susanto mengungkapkan, jumlah hewan kurban yang ditebar LDII Kalbar tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika dilihat jumlah hewan kurban yang ditebar tahun ini sebanyak 434 ekor yang terdiri dari 236 ekor sapi dan 198 ekor kambing. Atau meningkat 9 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 395 ekor,” katanya.
Menurutnya, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut menunjukkan tingginya kepedulian sosial warga LDII meskipun situasi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan.
Tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, LDII Kalbar juga membuka pembagian daging kurban kepada masyarakat lintas agama sebagai bentuk mempererat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
“Bagi sekretariat atau masjid dan mushola yang dikelola LDII dan melakukan penyembelihan hewan kurban dipersilahkan dibagikan untuk warga dan tidak dibatasi hanya untuk muslim saja, melainkan bisa juga non muslim atau antar lintas iman,” tegasnya.
Selain memberikan manfaat sosial kepada masyarakat, gerakan tebar hewan kurban LDII Kalbar juga dinilai berdampak positif terhadap perekonomian peternak lokal.
“Bagi peternak, pembelian hewan kurban oleh LDII juga menjadi keberkahan karena bisa membantu ekonomi warga. Hewan ternaknya terjual dan menjadi sumber penghasilan bagi peternak,” jelas Susanto.
Untuk proses distribusi daging kurban, LDII Kalbar memilih menggunakan metode door to door dengan mendatangi langsung rumah warga penerima manfaat.
Menurut Susanto, cara tersebut dipilih untuk menjaga ketertiban, menghindari kerumunan, sekaligus memastikan pembagian daging kurban tepat sasaran.
“Mekanisme pembagian kami lebih memilih door to door karena untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan serta menjamin tepat sasaran,” pungkasnya.[SK]