![]() |
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Sekadau, AKP Triyono, Selasa (6/1/2026). Ia menegaskan, momentum pergantian pimpinan di lingkungan kepolisian kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan.
“Pergantian pejabat sering dimanfaatkan pihak tertentu dengan mencatut nama Kapolres atau pejabat Polri lainnya. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya jika dihubungi melalui WhatsApp, media sosial, atau sarana komunikasi lain yang mengaku sebagai Kapolres atau anggota Polri,” ujar AKP Triyono.
Diketahui, jabatan Kapolres Sekadau saat ini dijabat oleh AKBP Andhika Wiratama, yang sebelumnya menjabat sebagai Danyontar Tk. II Mentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri. Ia menggantikan AKBP Donny Molino Manoppo yang mendapatkan penugasan baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Kalimantan Barat.
AKP Triyono menjelaskan, kegiatan pisah sambut Kapolres Sekadau dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Mapolres Sekadau, Jalan Merdeka Timur. Sejumlah persiapan telah dilakukan, termasuk pelaksanaan gladi untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Rangkaian kegiatan pisah sambut tersebut meliputi prosesi adat, pengalungan bunga, tarian penyambutan, pedang pora, serta apel perdana Kapolres Sekadau yang baru. Setelah seluruh rangkaian di Mapolres Sekadau selesai, acara akan dilanjutkan dengan kegiatan kenal pamit yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau.
Lebih lanjut, AKP Triyono menegaskan bahwa Polres Sekadau tidak pernah meminta uang atau bentuk bantuan apa pun kepada masyarakat dengan mengatasnamakan pejabat kepolisian.
“Apabila ada pihak yang mengaku sebagai pejabat kepolisian atau mengatasnamakan pimpinan Polres Sekadau untuk kepentingan tertentu, masyarakat diminta untuk tidak langsung percaya,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melakukan konfirmasi melalui layanan darurat Polri di nomor 110 atau datang langsung ke Polres Sekadau apabila menemukan atau mengalami hal-hal yang mencurigakan.
“Partisipasi dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak penipuan,” pungkas AKP Triyono. (SK)
