|

Polres Mempawah Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Cek Sumber Air di Empat Kecamatan

Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel saat mengecek lokasi pembuatan sumur bor di Dusun Suap, Desa Pasir, Sabtu (5/9/2026). SUARASEKADAU/SK
Mempawah (Suara Sekadau) – Polres Mempawah terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memastikan ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel turun langsung mengecek sejumlah lokasi pembangunan sumur bor, Sabtu (5/9/2026). Pengecekan dilakukan untuk memastikan keberadaan sumber air tersebut benar-benar berada di titik strategis dan dapat dimanfaatkan secara maksimal saat terjadi karhutla.

Sedikitnya empat kecamatan menjadi sasaran pengecekan, yakni Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah Timur, Sungai Kunyit dan Mempawah Hilir.

Di Kecamatan Sungai Pinyuh, pengecekan dilakukan di Desa Sungai Rasau serta Dusun Ulu Sungai, Desa Sungai Bakau Besar Darat. Kedua lokasi tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga dan dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung kebutuhan air, termasuk ketika terjadi kebakaran lahan.

Pengecekan kemudian berlanjut ke Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres didampingi Kapolsek Mempawah Timur Iptu Imran untuk memastikan kesiapan sumber air yang berada di kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.

Selanjutnya, rombongan meninjau titik sumur bor di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit. Wilayah ini menjadi salah satu perhatian karena memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap tahun.

Keberadaan sumur bor di Desa Bukit Batu diharapkan memberikan manfaat ganda. Selain menjadi sumber air untuk mendukung pencegahan dan pemadaman karhutla, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Sementara di Kecamatan Mempawah Hilir, pengecekan dilakukan di Dusun Suap, Desa Pasir. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang dinilai rawan terjadi karhutla sehingga ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan.

Kompol Reynaldi Guzel mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh titik sumur bor berada di lokasi yang tepat dan dapat digunakan secara efektif apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air ketika kebakaran terjadi.

Selain tingkat kerawanan, penentuan lokasi sumur bor juga mempertimbangkan aksesibilitas. Jalur menuju sumber air harus memungkinkan mobil tangki maupun kendaraan dan peralatan pendukung lainnya mencapai lokasi dengan mudah.

“Faktor lain yang tak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Warga setempat diharapkan ikut menjaga dan merawat fasilitas sumur bor agar dapat digunakan secara berkelanjutan,” harap Reynaldi.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolres Mempawah juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang didatangi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman saat api muncul, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan, memastikan sarana pendukung tersedia dan melibatkan masyarakat sejak awal.

Dengan sumber air yang ditempatkan di titik-titik strategis, Polres Mempawah berharap respons terhadap karhutla dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi kebakaran meluas dapat ditekan, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play