|

Gowes dari Pontianak ke Mempawah, Komunitas Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi Tanjung Burung

Aksi peduli lingkungan Komunitas Sepeda Ghost Bike Rider bersama Sungai Jawi Baik asal Kota Pontianak menanam mangrove di Pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Mempawah, Minggu (6/9/2026). SUARASEKADAU/SK
Mempawah (Suara Sekadau) – Mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer bukan sekadar aktivitas olahraga bagi sejumlah goweser asal Kota Pontianak. Mereka membawa misi kepedulian lingkungan dengan turun langsung menanam mangrove untuk membantu menjaga kawasan pesisir Kabupaten Mempawah dari ancaman abrasi.

Aksi tersebut dilakukan Komunitas Sepeda Ghost Bike Rider bersama Sungai Jawi Baik melalui kegiatan gowes peduli lingkungan dan penanaman mangrove di Pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu (6/9/2026).

Para pesepeda sengaja menempuh perjalanan dari Pontianak menuju Mempawah menggunakan sepeda sebelum kemudian melanjutkan kegiatan dengan menanam mangrove di kawasan pesisir.

Ketua Ghost Bike Rider, Yulianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi komunitasnya untuk menggabungkan aktivitas olahraga dengan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, penanaman mangrove merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kawasan pesisir yang menghadapi berbagai ancaman lingkungan, termasuk abrasi.

“Kami bahagia bisa bersama-sama para goweser menggelar aksi peduli lingkungan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa diikuti komunitas lainnya di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Sungai Jawi Baik, Ikhsan Mukhtakin. Ia berharap kegiatan sederhana yang dilakukan para pesepeda tersebut dapat menjadi pemantik bagi komunitas lain untuk ikut bergerak menjaga kawasan pesisir.

“Semoga aksi ini dapat diikuti seluruh komunitas di Kalbar. Kita ingin bersama-sama menjaga dan menyelamatkan kawasan pesisir,” katanya.

Kehadiran para goweser dari Pontianak mendapat apresiasi dari Ketua Karang Taruna Muda Insan Cita Kelurahan Tanjung, Muhammad Iqbal. Ia mengapresiasi kepedulian komunitas tersebut yang rela menempuh perjalanan dari Pontianak ke Mempawah dengan bersepeda demi melakukan aksi lingkungan.

“Selamat datang di Mempawah dan terima kasih atas aksi peduli lingkungannya. Ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkap Iqbal.

Menurut Iqbal, kawasan pesisir Tanjung Burung saat ini menghadapi ancaman abrasi yang cukup serius. Pengikisan daratan disebut mencapai sekitar 15 hingga 20 meter setiap tahun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila tidak segera dilakukan langkah mitigasi, abrasi berpotensi terus menggerus daratan dan mengancam kawasan permukiman masyarakat yang berada di sekitar pesisir.

“Ancaman abrasi di kawasan ini semakin mengkhawatirkan. Kalau tidak segera dimitigasi, tentu akan berpotensi mengancam pemukiman warga di sekitar pesisir,” jelasnya.

Ia berharap aksi penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, upaya menjaga pesisir membutuhkan gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

Komunitas, pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta dinilai perlu membangun kolaborasi untuk memastikan tanaman mangrove yang telah ditanam dapat dirawat dan tumbuh sehingga memberikan manfaat bagi kawasan pesisir dalam jangka panjang.

Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada Ghost Bike Rider dan Sungai Jawi Baik yang telah datang dari Pontianak untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga kawasan pesisir Tanjung Burung.

Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga kawasan pesisir tidak harus menunggu abrasi semakin parah atau bencana terjadi. Kepedulian dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam dan merawat mangrove secara bersama-sama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris LPM Kelurahan Tanjung, Marwan, jajaran Karang Taruna Muda Insan Cita serta masyarakat setempat.

Semangat para goweser yang mengayuh sepeda dari Pontianak menuju Mempawah kemudian turun menanam mangrove menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk bagi gerakan pelestarian lingkungan. Dari kayuhan sepeda hingga bibit mangrove yang ditanam, kepedulian terhadap pesisir diharapkan terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play