Sekadau (Suara Sekadau) – Air mata haru tak mampu dibendung Marsiti, warga Desa Tigur Jaya, Kecamatan Sekadau Hilir, saat menerima kunci rumah barunya dalam peresmian program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sekadau, Jumat (19/6/2026).
Ketua Baznas Sekadau Rusmin Nuryadin saat serahkan kunci rumah program beda rumah dengan ibu Marsiti, warga Desa Tigur Jaya, Jumat (19/6/2026). SUARASEKADAU
Program yang merupakan bantuan dari BAZNAS pusat tersebut resmi diserahkan melalui seremoni pemotongan tumpeng, penyerahan kunci rumah, serta peninjauan langsung ke hunian yang kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat.
Dengan mata berkaca-kaca, Marsiti mengaku tidak menyangka impiannya untuk memiliki rumah yang layak akhirnya terwujud. Selama ini ia tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya memprihatinkan.
“Saya terharu, tidak menyangka bisa mendapat bantuan rumah baru. Saya selama ini tinggal sendiri di sini,” ucap Marsiti sembari menghapus air mata kebahagiaannya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sekadau, Rusmin Nuryadin, mengatakan program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan para muzaki untuk membantu warga yang membutuhkan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan hunian yang layak, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu agar dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
“Melalui program ini, diharapkan beban masyarakat kurang mampu dapat diringankan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui hunian yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Rusmin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut, khususnya Pemerintah Desa Tigur Jaya yang aktif terlibat dalam proses pembangunan hingga rumah selesai dibangun.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sekadau, H. Damsir, menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjalankan program-program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada warga.
“Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Kepada para muzaki, mari terus berbagi dan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan sosial. Salah satunya melalui program bedah rumah ini,” katanya.
Mewakili Camat Sekadau Hilir, Sekretaris Kecamatan Yustinus mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS dan Pemerintah Desa Tigur Jaya. Ia menilai bantuan bedah rumah menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih sehat dan sejahtera.
“Ini merupakan desa baru. Kami berterima kasih karena meskipun program pemerintah belum maksimal menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, BAZNAS sudah hadir melalui program bedah rumah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Tigur Jaya, Ari Suhanda, mengungkapkan bahwa BAZNAS Sekadau menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk pembangunan rumah Marsiti. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh perangkat desa bersama masyarakat setempat.
“Kami bersama perangkat desa dan masyarakat bergotong royong mengerjakan rumah milik Ibu Marsiti yang sebelumnya sudah tidak layak huni. Alhamdulillah, sekarang rumah tersebut sudah berdiri dengan baik berkat bantuan program bedah rumah BAZNAS,” tuturnya.
Ari menjelaskan, proses pembangunan sempat menghadapi kendala, terutama dalam mencari tenaga tukang. Namun berkat kebersamaan dan semangat gotong royong warga, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Meski ada sedikit kendala dalam mencari tukang, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target berkat kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sekadau, Ahmad Urabi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menjelaskan bahwa program rehabilitasi RTLH di Kabupaten Sekadau dilaksanakan secara sinergis antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Namun pada tahun 2026, jumlah bantuan yang tersedia mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran.
“Tahun ini karena adanya efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sekadau hanya memiliki dua unit program RTLH. Dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ada delapan unit, kemudian dari pemerintah pusat melalui kementerian juga tersedia bantuan RTLH,” jelasnya.
Menurut Urabi, kehadiran program bedah rumah yang digagas BAZNAS menjadi kontribusi penting dalam membantu pemerintah memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Program tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana zakat mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong di tingkat desa.