– Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Duan Wu Ji yang digelar masyarakat Tionghoa di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Jumat (19/6/2026). Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya tersebut dirayakan secara meriah melalui kegiatan perang air (water bombing) yang dipusatkan di halaman Ruko Patoka Sungai Pinyuh.
Ritual budaya yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu berhasil menarik perhatian ratusan warga. Tercatat sekitar 500 orang yang terdiri dari masyarakat etnis Tionghoa, tamu undangan, serta warga umum turut hadir menyaksikan dan memeriahkan rangkaian kegiatan.
Perang air menjadi agenda utama yang paling ditunggu dalam perayaan tersebut. Tradisi ini merupakan bentuk adaptasi dari kebiasaan mandi di sungai yang sejak lama menjadi bagian dari peringatan Hari Duan Wu Ji. Selain identik dengan tradisi menyantap bakcang, perayaan ini juga dimaknai sebagai simbol penyucian diri, penolak bala, serta bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Keceriaan peserta semakin terasa ketika semburan air dari berbagai arah membasahi para pengunjung yang dengan antusias ikut berpartisipasi dalam perang air. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh (BPA-SP) yang menyediakan fasilitas untuk menyukseskan jalannya acara.
Tak hanya menghadirkan tradisi budaya, perayaan Duan Wu Ji tahun ini juga diramaikan berbagai hiburan rakyat. Raja Permainan Harapan (RPH) menampilkan sejumlah atraksi menarik yang menghibur masyarakat, sementara penampilan DJ Seno, DJ Amoy, dan DJ Corong semakin menyemarakkan suasana dengan alunan musik yang mengundang antusiasme para peserta.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Polsek Sungai Pinyuh menerjunkan sejumlah personel guna melakukan pengamanan di lokasi acara. Kehadiran aparat kepolisian turut memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan perayaan tersebut.
Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono melalui Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya leluhur secara positif dan penuh kebersamaan.
Menurutnya, perayaan Hari Duan Wu Ji bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial dan menjaga kerukunan antarwarga di tengah keberagaman masyarakat.
“Polsek Sungai Pinyuh mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bersifat positif dan menjaga nilai-nilai budaya. Untuk itu, kami menerjunkan personel guna memberikan rasa aman selama rangkaian perayaan berlangsung,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana tanpa gangguan berarti.
Dengan pengamanan yang maksimal, dukungan berbagai pihak, serta tingginya partisipasi masyarakat, perayaan Hari Duan Wu Ji di Sungai Pinyuh berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Tradisi perang air yang menjadi ciri khas perayaan tersebut kembali membuktikan bahwa warisan budaya leluhur tetap hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Barat. [SK]
