|

Pekan Gawai Dayak 2026 Resmi Dibuka, Ria Norsan: Budaya Dayak Harus Tetap Lestari

Pekan Gawai Dayak 2026, dibuka di Rumah Radagnk Pontianak dengan mengusung tema dan adat istiada Kabupaten Ketapang, Kalbar. SUARASEKADAU/SK
Pontianak (Suara Sekadau) – Pekan Gawai Dayak 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan di Rumah Radakng Pontianak, Rabu (20/05/2026). Tahun ini, Pekan Gawai Dayak (PGD) mengangkat adat dan tradisi Dayak dari Kabupaten Ketapang sebagai tema utama kegiatan budaya tahunan tersebut.

Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tarian penyambutan adat Dayak Ketapang saat Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tiba di lokasi acara. Selain itu, rangkaian adat juga diwarnai tradisi Ngalu, yakni prosesi meminum tuak khas dari wilayah Simpang Dua, Ketapang.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Gawai Dayak sebagai bentuk nyata pelestarian budaya Dayak di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini dan apresiasi sekali. Kegiatan ini juga melestarikan nilai budaya suku Dayak di tengah zaman saat ini,” ujarnya.

Menurut Norsan, selain menjaga warisan budaya, pelaksanaan PGD juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Berbagai produk lokal seperti kuliner, pakaian adat, hingga aksesoris khas Dayak turut menjadi daya tarik yang menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.

“Selain itu, ini juga ada multiplier effect kepada pertumbuhan ekonomi karena terdampak juga melalui kuliner dan lainnya,” tambahnya.

Ria Norsan juga menyoroti persoalan keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mencari solusi agar penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak ke depan dapat berjalan lebih optimal tanpa terkendala pembiayaan.

“Insyaallah tahun depan, kita memang yang namanya dana hibah tidak boleh berturut-turut. Saya sudah punya solusi untuk tahun depan. Insyaallah kita akan diskusikan dengan panitia sebelum dilaksanakan Gawai Dayak agar ke depan tidak sampai kekurangan biaya,” katanya.

Ia berharap Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mempererat persatuan dan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat yang dikenal majemuk.

“Mudah-mudahan kelestarian budaya tetap kita pertahankan, kemudian juga persatuan dan kesatuan tetap kita depankan, supaya Kalbar sebagai rumah besar kita bisa terjaga keharmonisannya,” pungkasnya.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play