|

Tragis Saat Panen Padi, Perempuan Muda di Sambas Meninggal Dunia Tersambar Petir

Seorang perempuan muda di Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, meninggal dunia setelah tersambar petir saat panen padi di sawah.SUARASEKADAU/SK
Sambas (Suara Sekadau) – Seorang perempuan berusia 22 tahun, warga Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, meninggal dunia setelah tersambar petir saat melakukan panen padi di Dusun Sentebang Timur, Sabtu pagi (31/1/2026). Peristiwa tragis ini terjadi di tengah aktivitas korban membantu orang tuanya di ladang.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 05.40 WIB. Saat itu, korban berinisial WDM bersama ibunya, N, berangkat ke ladang untuk memanen padi. Sekitar pukul 06.20 WIB, korban sedang merontokkan padi secara manual di tengah kondisi cuaca mendung.

“Tiba-tiba petir menyambar lokasi tempat korban bekerja. Saksi N yang berada tidak jauh dari korban sempat menoleh ke belakang, namun tidak lagi melihat anaknya. Ia kemudian memanggil nama korban berulang kali, tetapi tidak mendapatkan respons,” ujar AKP Sadoko.

Merasa khawatir, saksi kemudian mendekati titik terakhir korban berada dan mendapati WDM telah tergeletak di tanah. Sang ibu selanjutnya meminta pertolongan kepada warga yang melintas di depan ladang untuk membantu mengevakuasi korban.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sentebang menggunakan mobil pikap milik warga. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, pihak keluarga memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Pemangkat menggunakan ambulans Puskesmas Sentebang guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

AKP Sadoko menambahkan, informasi kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Polsek Jawai sekitar pukul 11.30 WIB melalui unggahan di media sosial. Petugas kemudian melakukan konfirmasi kepada abang kandung korban, AES, yang membenarkan peristiwa sambaran petir tersebut.

“Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 1 Februari 2026, setelah menjalani perawatan medis di RSUD Pemangkat,” ungkapnya.

Polres Sambas menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area persawahan atau ladang ketika cuaca mendung dan berpotensi hujan disertai petir.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada demi menghindari kejadian serupa,” pungkas AKP Sadoko.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini