|

Misteri Jasad Bayi di Sungai Riam Terungkap, Polisi Amankan Seorang Perempuan Muda

Polres Sanggau Ungkap Kasus Pembuangan Jasad Bayi di Sungai Riam, Pelaku Diamankan. SUARASEKADAU/SK

Sanggau (Suara Sekadau) - Kepolisian Resor (Polres) Sanggau berhasil mengungkap kasus pembuangan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di Sungai Riam, Jalan Semboja Indah 2, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Seorang perempuan muda berinisial LF, warga Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, diamankan petugas pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 23.55 WIB.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penemuan ari-ari bayi di belakang sebuah rumah kos berjumlah lima pintu yang berada tak jauh dari lokasi penemuan jasad bayi. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan penyelidikan intensif di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Fariz Kautsar Rahmadhani, menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP, petugas menemukan bercak darah di pintu dapur kos nomor 3, yang kemudian mengarah pada identitas pelaku.

“Setelah dilakukan interogasi, LF mengakui perbuatannya membuang bayi tersebut pada Minggu (18/1/2026) siang melalui WC kos,” ungkap AKP Fariz Kautsar kepada awak media.

Menurut keterangan polisi, LF mengaku tidak menyadari dirinya tengah hamil. Peristiwa kelahiran bayi tersebut terjadi secara tiba-tiba saat pelaku sedang buang air besar. Bayi keluar tanpa bantuan alat medis, dan tali ari-ari terputus dengan sendirinya.

“Pelaku sebelumnya pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya berinisial M, warga Afd 4 Rimba Belian, Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau,” beber AKP Fariz.

Dalam penanganan kasus ini, petugas telah melakukan serangkaian langkah mulai dari olah TKP, pemeriksaan medis terhadap pelaku, pengumpulan barang bukti, hingga pendataan identitas saksi-saksi. LF juga telah dibawa ke Bidan Bobo untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Kasus ini masih dalam proses penyidikan oleh Satreskrim Polres Sanggau. Polsek Kapuas terus berkoordinasi dengan Satreskrim guna mendalami keterangan pelaku dan mengembangkan informasi lebih lanjut,” pungkas AKP Fariz Kautsar.

Kasus ini menyita perhatian publik dan menjadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan reproduksi serta pendampingan sosial bagi perempuan muda guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (SK)

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini