Situasi banjir di Bengkayang SUARASEKADAU/SK
Bengkayang (Suara Sekadau) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana banjir menyusul tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut telah menyebabkan banjir di lima kecamatan dan berpotensi meluas ke wilayah lainnya.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi bencana guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.
“Curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan banjir dan longsor. Karena itu kami meminta seluruh pihak, baik OPD, aparat keamanan, maupun masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ujar Darwis di Bengkayang, Selasa.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, aparat kepolisian bersama TNI dan unsur pemerintah daerah melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik rawan banjir. Di Kecamatan Ledo, genangan air terpantau di Desa Lesabela akibat luapan Sungai Sambas Kecil yang merupakan kiriman air dari wilayah hulu, seperti Kecamatan Suti Semarang, Bengkayang, Teriak, dan Lumar.
Bupati menegaskan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, melibatkan Polres Bengkayang, BPBD, serta pemerintah kecamatan dan desa, guna memastikan penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila kondisi di lapangan memburuk.
“Kami pastikan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan. Jika debit air meningkat, langkah-langkah penanganan akan segera diambil, termasuk evakuasi warga apabila diperlukan,” tegasnya.
Selain pemantauan lapangan, Pemkab Bengkayang juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, agar aktif memantau informasi resmi dari pemerintah dan segera melaporkan kondisi darurat melalui call center BPBD Kabupaten Bengkayang.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengamankan lingkungan sekolah, serta menyesuaikan kegiatan pembelajaran apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Darwis menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem yang tengah berlangsung. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami mengajak masyarakat untuk tetap siaga, tidak panik, dan selalu mengikuti arahan serta informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya. (SK)