Prajurit Kodam 1204/Sanggau menolong masyarakat yang akan melintasi jalan yang terendam banjir SUARASEKADAU/SK
Sanggau (Suara Sekadau) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sejak Sabtu (10/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026) memicu banjir besar yang merendam ratusan rumah warga dan memutus akses transportasi di sejumlah wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Luapan air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa kecamatan terdampak, di antaranya Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai. Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 1204/Sanggau bersama instansi terkait langsung menerjunkan personel ke lapangan untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu penanganan bencana.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan air meluap dan merendam sejumlah wilayah. Kami bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan serta membantu warga terdampak,” ujar Komandan Kodim 1204/Sanggau, Letkol Kav Slamet Purwanto, melalui keterangan resminya, Senin.
Berdasarkan laporan hingga Minggu (11/1/2026) pukul 08.30 WIB, Kecamatan Sekayam menjadi wilayah dengan dampak terparah. Banjir merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai dua meter di beberapa titik.
Di Desa Pengadang, sekitar 45 hektare lahan terendam banjir dan berdampak terhadap 138 kepala keluarga. Sementara itu, di Desa Sotok tercatat sebanyak 185 kepala keluarga terdampak. Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Balai Karangan, di mana sedikitnya 471 rumah warga terendam, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh total.
Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama, termasuk Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Sekayam–Entikong serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning. Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sekitar 115 sentimeter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam.
“Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan bantuan rakit dan perahu milik warga,” jelas Slamet.
Sementara itu, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai berangsur membaik. Air berangsur surut dan warga mulai membersihkan lumpur serta sisa material banjir di rumah masing-masing.
Di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai, Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Jalan Lintas Malindo Beduai–Sekayam juga masih tergenang air setinggi 10 hingga 15 sentimeter, sehingga pengguna jalan diminta tetap waspada.
Kodim 1204/Sanggau bersama Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, dan pemerintah daerah terus bersiaga melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir.
Dandim 1204/Sanggau menegaskan pihaknya siaga 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air, sekaligus mengimbau masyarakat agar segera melapor jika kondisi di wilayahnya memburuk.
“Hingga Minggu siang, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Sanggau dan genangan di beberapa titik belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan,” pungkasnya. (SK)