![]() |
| YARSI Pontianak dan Busan Indonesia Center Jalin Kerja Sama. |
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) YARSI Pontianak serta Akademi Farmasi (AKFAR) YARSI Pontianak.
Selain membuka peluang melanjutkan pendidikan ke Korea Selatan, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memfasilitasi lulusan kedua institusi agar memiliki kesempatan bekerja di negara tersebut sesuai bidang keahlian dan ketentuan yang berlaku.
Penandatanganan MoU berlangsung di STIKes YARSI Pontianak. Dokumen kerja sama ditandatangani Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Drs. Suhadi SW, M.Si., dan Direktur Busan Indonesia Center, Prof. Dr. Kim Soo Il.
Melalui kerja sama ini, Busan Indonesia Center akan membantu mencarikan perguruan tinggi di Korea Selatan yang sesuai dengan program studi di STIKes dan AKFAR YARSI Pontianak. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan lanjutan sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Lulusan D3 Berpeluang Melanjutkan Pendidikan S1
Prof. Dr. Kim Soo Il menjelaskan, lulusan Diploma III (D3) Keperawatan dan D3 Farmasi berpeluang melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu (S1) di Korea Selatan.
Menurutnya, mahasiswa dapat memperoleh pengakuan terhadap sebagian masa studi yang telah ditempuh di Indonesia. Namun, pengakuan tersebut terbatas pada empat semester, sedangkan dua semester lainnya harus diselesaikan di Korea Selatan.
“Dengan skema tersebut, lulusan D3 diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat semester atau dua tahun untuk menyelesaikan pendidikan S1 di Korea Selatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan S1 di Korea Selatan berpeluang memasuki dunia kerja di bidang kesehatan maupun kefarmasian, dengan tetap memenuhi persyaratan pendidikan, kualifikasi profesi, dan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di negara tersebut.
Kim berharap kerja sama ini menjadi salah satu jalan bagi mahasiswa YARSI Pontianak untuk memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus memperluas peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Perkuat Hubungan Pendidikan Indonesia-Korea Selatan
Prof. Dr. Kim Soo Il memiliki hubungan panjang dengan Indonesia. Ia mengenal Indonesia sejak 1983 melalui program pertukaran mahasiswa Indonesia-Korea Selatan.
Dalam program tersebut, ia mendapat penugasan di Tarakan, Kalimantan Timur, dan pernah berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat. Pengalaman tersebut turut membentuk kedekatannya dengan Indonesia, termasuk kemampuannya berbahasa Indonesia.
Pada 2022, Kim membuka kantor Busan Indonesia Center di Jakarta untuk mendukung hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal dalam mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia antara kedua negara.
YARSI Harapkan Kerja Sama Berlanjut ke Program Konkret
Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Drs. Suhadi SW, M.Si., mengatakan kehadiran Prof. Dr. Kim Soo Il dan Prof. Dr. Didin Muhafidin dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pengembangan STIKes dan AKFAR YARSI Pontianak.
Menurut Suhadi, kerja sama dengan Busan Indonesia Center memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka jaringan internasional bagi dosen, mahasiswa, dan alumni.
“Saya menilai kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka jaringan internasional bagi dosen, mahasiswa, dan alumni,” ujar Suhadi.
Ia berharap kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi di Korea Selatan, baik dalam pengembangan akademik maupun peningkatan kompetensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kuliah Pakar Diikuti Sekitar 500 Peserta
Sebelum penandatanganan MoU, YARSI Pontianak menggelar kuliah pakar yang diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas dosen, mahasiswa semester akhir, dan calon wisudawan.
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan daring melalui Zoom. Peserta juga berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi dengan kedua narasumber.
Prof. Dr. Didin Muhafidin membawakan materi mengenai kepemimpinan adaptif, sedangkan Prof. Dr. Kim Soo Il menyampaikan materi tentang peluang kerja sama Indonesia-Korea Selatan.
Kedua narasumber membahas pentingnya kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan perubahan serta penguatan jejaring internasional di bidang pendidikan.
Melalui kuliah pakar dan penandatanganan MoU tersebut, YARSI Pontianak berharap wawasan sivitas akademika semakin luas dan akses terhadap pendidikan serta peluang karier internasional semakin terbuka.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan alumni STIKes serta AKFAR YARSI Pontianak. [SK]
