|

King Kobra 4,2 Meter Diajak Ngopi, Warga Mempawah Mendadak Heboh

Pawang ular Sy. Effendi Kobra membawa King Kobra 4,2 meter “ngopi” di Terminal Mempawah. Warga pun ramai mengabadikan momen langka ini, Minggu (13/9/2026). SUARASEKADAU/SK
Mempawah (Suara Sekadau) – Pemandangan tak biasa terjadi di sebuah warung kopi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (13/9/2026). Seekor King Kobra berukuran 4,2 meter tiba-tiba menjadi pusat perhatian pengunjung.

Reptil berbisa tersebut bukan datang untuk menyerang, melainkan dibawa ngopi oleh sosok yang sudah dikenal warga Mempawah, Sy. Effendi Kobra.

Sebelumnya, Effendi baru saja mengamankan King Kobra tersebut dari sebuah rumah warga di BTN Bhayangkara, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, sekitar pukul 09.30 WIB.

Ular itu dilaporkan warga terlihat melintasi jalan sebelum masuk ke sebuah rumah yang sudah lama kosong. Kepanikan sempat terjadi hingga warga menghubungi Effendi Kobra yang dikenal memiliki pengalaman menangani berbagai jenis ular berbisa.

Tak membutuhkan waktu lama, sekitar 10 menit setelah tiba di lokasi, Effendi berhasil menemukan King Kobra yang bersembunyi di antara tumpukan kayu di dalam rumah kosong tersebut.

Ular berukuran panjang itu sempat memberikan perlawanan. Namun, pengalaman Effendi membuat situasi dapat segera dikendalikan hingga King Kobra berhasil diamankan.

Menariknya, cerita tidak berhenti setelah ular tersebut ditangkap. Alih-alih langsung membawanya pergi, Effendi justru membawa King Kobra itu ke Warkop WK Kampoeng dan Terminal Mempawah.

Kehadiran ular sepanjang 4,2 meter tersebut sontak mengubah suasana warung kopi. Pengunjung yang semula asyik menikmati kopi langsung dibuat heboh melihat King Kobra berada di dekat mereka.

Sejumlah pengunjung pun mengangkat ponsel dan mengabadikan momen langka tersebut.

Bagi Effendi, membawa ular itu untuk diperlihatkan kepada masyarakat bukan sekadar aksi menarik perhatian. Ia ingin mengingatkan warga agar tidak sembarangan menghadapi ular berbisa yang masuk ke lingkungan permukiman.

“Saat musim kemarau seperti sekarang, ular dan binatang berbisa memang banyak keluar dari sarangnya untuk mencari air dan tempat yang lembap atau sejuk. Jadi masyarakat harus tetap berhati-hati,” ujar Effendi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri apabila menemukan ular berbisa, terlebih King Kobra. Warga diminta menjauh dari lokasi dan meminta bantuan orang yang memiliki kemampuan untuk menangani reptil tersebut.

Sy. Effendi Kobra sendiri dikenal sebagai salah satu pawang ular asal Mempawah yang memiliki pengalaman menangani berbagai jenis reptil, termasuk ular berukuran besar dan berbisa.

Namanya bahkan pernah mencuri perhatian di kancah internasional setelah menjadi juara dalam kompetisi tidur bersama ratusan ular berbisa yang digelar di India, Pakistan, dan Afrika.

Kali ini, bukan kompetisi ekstrem yang membuat Effendi menjadi perhatian. Hanya secangkir kopi, sebuah warung, dan seekor King Kobra sepanjang 4,2 meter sudah cukup membuat suasana ngopi warga Mempawah berubah menjadi tontonan yang tak biasa. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play