Mempawah (Suara Sekadau) – Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, secara resmi membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kabupaten Mempawah Tahun 2026 di halaman Gedung PGRI Mempawah, Rabu (22/7/2026).
Wabup Juli Suryadi Burdadi saat membuka Porsenijar PGRI Mempawah 2026 di halaman Gedung PGRI, Rabu (22/7/2026). SUARASEKADAU.SK
Kegiatan yang diikuti ratusan guru dari berbagai kecamatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, mengembangkan kreativitas, sekaligus meningkatkan kompetensi para pendidik di Kabupaten Mempawah.
Dalam sambutannya, Juli Suryadi Burdadi menegaskan bahwa Porsenijar bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan wadah membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta berbagi pengalaman dan praktik baik dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mencerminkan peran strategis Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai mitra pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Porsenijar bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kreativitas, dan berbagi praktik baik dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa PGRI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Juli mengatakan, setiap cabang yang dipertandingkan memiliki nilai edukatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Melalui olahraga kita belajar disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Melalui seni tumbuh kreativitas dan kecintaan terhadap budaya, sedangkan melalui pembelajaran kita terus meningkatkan kompetensi sebagai pendidik,” katanya.
Ia juga mengingatkan para guru agar senantiasa menjadi teladan bagi peserta didik dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportivitas, saling menghormati, dan semangat kebersamaan dalam setiap aktivitas.
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengajak seluruh guru di Kabupaten Mempawah untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengikuti perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital yang terus berkembang.
Menurutnya, guru harus menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.
“Jadilah guru yang tidak pernah berhenti belajar, karena dari tangan para guru lahir generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Mempawah, Marno, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Porsenijar 2026, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diikuti sebanyak 594 peserta yang berasal dari sembilan pengurus cabang PGRI se-Kabupaten Mempawah.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan semangat para guru untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi di luar tugas utama sebagai pendidik.
“Porsenijar 2026 diikuti sebanyak 594 peserta dari sembilan pengurus cabang PGRI se-Kabupaten Mempawah,” ungkap Marno.
Dalam ajang tersebut, peserta akan berkompetisi pada berbagai cabang olahraga, di antaranya bola voli, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, futsal, senam, gala hadang, serta satu cabang olahraga lainnya.
Tidak hanya olahraga, panitia juga menggelar lima cabang seni dan pembelajaran yang meliputi solo vokal, tari, paduan suara, melukis, dan inovasi pembelajaran.
Berbagai cabang yang dipertandingkan diharapkan mampu menjadi ruang bagi para guru untuk menyalurkan bakat, kreativitas, serta berbagi inovasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pembukaan Porsenijar PGRI Kabupaten Mempawah 2026 turut dihadiri Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Firdaus, Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, para kepala sekolah, guru, serta seluruh kontingen peserta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap semangat sportivitas, kreativitas, dan inovasi yang tumbuh dalam Porsenijar dapat semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan serta mendukung terwujudnya pendidikan yang maju, berkualitas, dan berdaya saing. [SK]