Pontianak (Suara Sekadau) – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjadi narasumber pada kegiatan Penguatan Kapasitas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (25/7/2026).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjadi salah satu narasumber Penguatan Kapasitas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov Kalbar. SUARASEKADAU/SK
Dalam paparannya yang bertajuk “Kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan”, Edi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat dicapai secara optimal tanpa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus dipastikan terus meningkat setiap tahunnya melalui investasi dan kolaborasi. Dengan sinergi seluruh pihak, potensi ekonomi Kota Pontianak dapat dioptimalkan secara berkelanjutan,” ujar Edi.
Ia menjelaskan, berbagai indikator ekonomi menunjukkan perkembangan yang positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak tercatat mencapai 6,10 persen. Sementara itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 28,56 ribu jiwa pada tahun 2024 menjadi 27,50 ribu jiwa pada tahun 2025 atau turun sekitar empat persen.
Menurut Edi, capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya arus investasi yang masuk ke Kota Pontianak. Sepanjang tahun 2025, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh signifikan sebesar 78,9 persen hingga mencapai Rp373,09 miliar. Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,17 triliun.
Peningkatan investasi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 81.137 tenaga kerja berhasil terserap melalui berbagai aktivitas investasi yang berkembang di Kota Pontianak.
“Tentunya kita perlu terus memperkuat daya saing agar mampu menghadapi berbagai risiko perekonomian ke depan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota telah menyiapkan sejumlah rekomendasi kebijakan strategis,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Pontianak telah merumuskan sejumlah strategi penguatan ekonomi daerah. Di antaranya mempererat kerja sama lintas batas dengan kabupaten-kabupaten sekitar melalui harmonisasi tata ruang, investasi dan perizinan, memperkuat koridor industri kawasan penyangga dengan pembangunan rantai pasok yang terintegrasi, serta mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan ekonomi digital, industri kreatif, dan sektor pariwisata perkotaan berbasis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Selain itu, penguatan infrastruktur konektivitas seperti jalan, pelabuhan, dan bandara juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan arus perdagangan dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian regional.
Edi menekankan bahwa integrasi kebijakan antarwilayah, penguatan konektivitas, dan diversifikasi ekonomi merupakan fondasi penting dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Kota Pontianak. Ia berharap semangat kolaborasi terus diperkuat sehingga pembangunan ekonomi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, dan humanis,” pungkasnya. [SK]