Bhakti Religi dilaksanakan secara serentak di tiga rumah ibadah yang merepresentasikan keberagaman masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit, yakni Musholla Al-Khoir di Dusun Karya Utama, Desa Bukit Batu, Pekong Fuk Tet Chi di Dusun Damai, Desa Sungai Duri Dua, serta Gereja GPdI El-Shadda di Dusun Kembang Lada, Desa Bukit Batu.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak Hungan, bersama seluruh personel Polsek Sungai Kunyit. Aksi sosial tersebut juga melibatkan pengurus rumah ibadah, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan etnis.
Dengan semangat gotong royong, personel Polri bersama warga membersihkan area dalam maupun luar rumah ibadah. Kegiatan meliputi menyapu, mengepel lantai, membersihkan halaman, hingga memangkas rumput agar lingkungan ibadah menjadi lebih bersih, nyaman, dan asri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan rumah ibadah, Polsek Sungai Kunyit turut menyerahkan bantuan sarana kontak berupa peralatan kebersihan dan perlengkapan pendukung, seperti sapu, alat pel, tempat sampah, cairan pembersih, hingga kipas angin kepada masing-masing pengurus rumah ibadah.
Selain aksi sosial, kegiatan juga diisi dengan dialog singkat mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama menangkal penyebaran paham radikalisme, intoleransi, maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak Hungan, mengatakan Bhakti Religi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.
"Melalui kegiatan sosial kemasyarakatan yang berbasis toleransi antarumat beragama ini, kami ingin mempererat silaturahmi antara Polri dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga dari berbagai latar belakang etnis dan keyakinan di Kecamatan Sungai Kunyit," ujarnya.
Ia menuturkan, Kecamatan Sungai Kunyit merupakan wilayah yang dihuni masyarakat dengan keberagaman suku, budaya, dan agama, seperti Melayu, Dayak, Tionghoa, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, pelaksanaan Bhakti Religi di tiga rumah ibadah berbeda menjadi simbol nyata komitmen Polri dalam menjaga persatuan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
"Karena itu, pemilihan tiga jenis rumah ibadah dalam satu rangkaian kegiatan menjadi wujud nyata netralitas dan kepedulian Polri tanpa membeda-bedakan golongan," imbuhnya.
Kapolsek juga mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan para tokoh agama, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, respons positif tersebut menunjukkan tingginya semangat kebersamaan yang telah terbangun di tengah masyarakat.
Ia berharap kehadiran Polri melalui kegiatan sosial seperti Bhakti Religi mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
"Melalui kegiatan Bhakti Religi lintas agama ini, kami berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong di tengah masyarakat terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," tutup Iptu Lodrick.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sungai Kunyit tidak hanya memperingati Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang hadir untuk merawat persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Mempawah. [SK]
