![]() |
| ABK Motor Klotok Terombang-ambing Akibat Mati Mesin di Muara Ketapang, Tim SAR Lakukan Evakuasi. SUARASEKADAU/SK |
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan insiden bermula pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, sebuah motor klotok bertolak dari Pelabuhan Sukabangun menuju kapal BC Samarinda Raya yang sedang berlabuh di kawasan Bui Luar. Kapal kecil tersebut membawa tiga orang ABK yang bertugas mengantarkan paneli.
Setibanya di kapal tujuan, dua orang ABK naik ke atas kapal BC Samarinda Raya untuk menyelesaikan tugasnya. Sementara seorang ABK lainnya kembali seorang diri menuju Pelabuhan Sukabangun menggunakan motor klotok.
Namun di tengah perjalanan pulang, cuaca yang kurang bersahabat menyebabkan mesin motor klotok tiba-tiba mati sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
“Dalam perjalanan pulang, motor klotok mengalami mati mesin akibat cuaca yang kurang bersahabat,” kata I Made Junetra dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Korban sempat berupaya menghidupkan kembali mesin kapal, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Menyadari kondisi yang semakin berisiko karena terombang-ambing di tengah perairan, korban kemudian menghubungi Pos SAR Ketapang untuk meminta bantuan.
Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Pontianak segera mengerahkan tim penyelamat dari Pos SAR Ketapang pada pukul 01.48 WIB. Tim bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di koordinat 1°43’4.189″N dan 109°52’51.422″E.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, tim SAR tiba di lokasi pada pukul 03.18 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban yang masih bertahan di atas motor klotok.
Proses penyelamatan berlangsung lancar. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Sukabangun. Pada pukul 04.08 WIB, tim SAR bersama korban tiba di pelabuhan, kemudian sekitar 30 menit kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarganya.
Korban diketahui bernama Asmuni (50) yang bekerja sebagai anak buah kapal motor klotok tersebut.
Setelah memastikan korban berada dalam kondisi aman dan seluruh tahapan evakuasi selesai dilaksanakan, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 05.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan.
Keberhasilan operasi ini kembali menunjukkan kesiapan dan kecepatan respons Basarnas dalam menangani kondisi darurat di wilayah perairan Kalimantan Barat. Perairan Muara Ketapang sendiri dikenal memiliki karakter cuaca dan gelombang yang dapat berubah dengan cepat, sehingga masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kesiapan mesin kapal, serta melengkapi sarana keselamatan sebelum berlayar guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut. [SK]
