|

Ketua Komisi II DPR RI Berikan Beasiswa Internasional untuk 10 Siswa Kalbar, Dilengkapi Ikatan Kerja di Perusahaan China

10 peserta LCC 4 Pilar MPR RI SMAN 1 Pontianak mendapatkan beasiswa kuliah di China dan ikatan kerja pasca studi. SUARASEKADAU/SK
Pontianak (Suara Sekadau) – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, bersama perwakilan Yangzhou Polytechnic Institute China, Anhui Conch Group, dan Gubernur Kalimantan Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) Program Beasiswa Pendidikan Internasional di SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026).

Program tersebut menjadi langkah awal kerja sama internasional di bidang pendidikan yang membuka kesempatan bagi pelajar Kalimantan Barat untuk menempuh pendidikan tinggi di China dengan pembiayaan penuh sekaligus memperoleh jaminan kesempatan bekerja setelah menyelesaikan studi.

Dalam sambutannya, Rifqinizamy yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut diberikan kepada sepuluh peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, pada awalnya beasiswa hanya disiapkan untuk satu peserta, yakni Josepha Alexandra. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, jumlah penerima beasiswa akhirnya ditambah menjadi sepuluh orang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan semangat belajar para peserta.

"Awalnya beasiswa ini hanya diberikan kepada satu orang, yaitu Josepha Alexandra. Namun setelah kami pertimbangkan, akhirnya kami memutuskan memberikan kesempatan kepada 10 peserta lomba LCC Empat Pilar MPR RI," ujar Rifqinizamy.

Ia menjelaskan bahwa setiap penerima akan memperoleh dua bentuk dukungan sekaligus, yakni beasiswa pendidikan penuh dan beasiswa ikatan kerja setelah menyelesaikan studi.

Menurutnya, selama menempuh pendidikan di China para mahasiswa tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan dukungan biaya hidup. Setelah lulus, mereka juga memperoleh kesempatan bekerja melalui perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia.

"Nanti di sana mereka akan mendapat dua beasiswa. Pertama, beasiswa studi, mereka akan mendapatkan pembiayaan penuh termasuk biaya hidup selama di China. Kedua, mereka juga memperoleh beasiswa ikatan kerja dari perusahaan China yang ada di Indonesia," jelasnya.

Rifqinizamy menambahkan, program tersebut tidak akan berhenti di SMAN 1 Pontianak. Bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pihaknya akan berupaya memperluas kesempatan serupa bagi siswa dari sekolah-sekolah menengah atas lainnya di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

"Seperti yang kita tahu, pendidikan menengah atas menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar. Karena itu nanti kami akan berkoordinasi dengan gubernur untuk memberikan beasiswa yang lain kepada sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat," tambahnya.

Menurut Rifqinizamy, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan mitra internasional menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi global sekaligus siap menghadapi kebutuhan dunia industri.

Ia berharap kerja sama tersebut menjadi awal dari program-program pendidikan internasional yang lebih luas sehingga semakin banyak generasi muda Kalimantan Barat memperoleh akses pendidikan berkualitas dan peluang karier di tingkat internasional.

"Mudah-mudahan ini bermanfaat dan saya berharap ini hanya menjadi awal pembuka. Kita tentu bisa bekerja sama lebih baik lagi dengan pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia," harapnya.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, diharapkan lahir lebih banyak talenta muda Kalimantan Barat yang mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui akses pendidikan internasional yang lebih luas. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play