Ria Norsan, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Fakultas Pertanian yang dirangkaikan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan tersebut digelar di Edu Agro Wisata Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Sabtu (6/6/2026).
Acara berlangsung meriah dan dihadiri jajaran civitas akademika, mahasiswa, praktisi pertanian, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Momentum ini menjadi simbol penguatan sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara peringatan HUT Fakultas Pertanian dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dinilai strategis untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan pertanian yang ramah lingkungan di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan memberikan apresiasi atas kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang selama ini menjadi motor penggerak inovasi di sektor agraria. Ia menegaskan bahwa tantangan pertanian ke depan tidak hanya soal produktivitas pangan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim global.
“Fakultas Pertanian memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk melahirkan generasi yang tidak hanya paham pertanian modern, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi. Tanah yang kita tanami hari ini adalah titipan untuk generasi masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya, serta peningkatan pemanfaatan pupuk organik dan pola tanam berkelanjutan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk tidak mengganggu kawasan hutan lindung.
Gubernur turut mengajak kalangan akademisi, dosen, dan peneliti untuk memperkuat inovasi, termasuk pengembangan varietas tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim yang semakin ekstrem.
“Saya berharap peringatan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi nyata seperti penanaman pohon, pembagian bibit, pengurangan sampah plastik, serta seminar ilmiah terkait strategi adaptasi pertanian menghadapi krisis iklim,” tambahnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi penerus dalam menciptakan teknologi pertanian yang inovatif, produktif, dan tetap ramah lingkungan.
Di akhir kegiatan, Ria Norsan melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah doorprize kepada peserta dan pemenang berbagai rangkaian kegiatan peringatan.
Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam mewujudkan pertanian Kalimantan Barat yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup di masa depan.[SK]
