Sanggau (Suara Sekadau) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyumbangkan seekor sapi kurban berbobot 804 kilogram untuk masyarakat Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Masjid di Desa Inggis Sanggau Dapat Bantuan Hewan Kurban Sapi Simental dari Presiden RI. SUARASEKADAU/SK
Hewan kurban jenis sapi Simental tersebut akan diserahkan kepada masyarakat melalui Masjid Miftahul Jannah Desa Inggis.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Ambius Anton, mengatakan sapi kurban Presiden dibeli dari peternak lokal yang berada di Jalan Semboja, Kabupaten Sanggau.
“Sebenarnya Pak Presiden meminta sapi dengan bobot sekitar 1 ton yang ada di peternak lokal, namun hasil penjaringan di Sanggau belum menemukan sapi dengan berat tersebut. Hanya didapat dengan bobot tertinggi yang dipilih Sekretariat Presiden (Setpres) seberat 804 kilogram,” ujar Anton, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, proses pencarian sapi kurban dilakukan bersama pihak Sekretariat Presiden dengan menyisir sejumlah sentra peternakan di wilayah Kabupaten Sanggau.
Beberapa wilayah yang menjadi lokasi pemantauan di antaranya Kecamatan Mukok, Kapuas, Meliau, Kembayan hingga Batang Tarang. Namun sebagian besar sapi yang tersedia memiliki bobot di bawah satu ton.
“Wilayah Mukok, Kapuas, Meliau, Kembayan hingga Batang Tarang menjadi titik sentra ternak yang kami pantau. Namun sebagian besar sapi di daerah ini berbobot di bawah 1 ton sehingga pilihan akhirnya jatuh pada sapi yang ada di peternak Kota Sanggau ini,” jelasnya.
Selain memenuhi syarat bobot, sapi kurban bantuan Presiden tersebut juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tim kesehatan hewan Disbunnak Sanggau.
Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit hewan menular strategis maupun zoonosis sebelum diserahkan kepada masyarakat.
“Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan sapi dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gejala penyakit menular. Nantinya pemeriksaan kembali akan dilakukan setelah penyembelihan untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat,” ungkap Anton.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan sapi hingga proses penyerahan dan penyembelihan selesai dilaksanakan.
“Kami juga akan memantau dan memastikan distribusi daging kurban Presiden kepada masyarakat dilakukan sesuai standar kesehatan hewan dan keamanan pangan,” pungkasnya.[SK]