Melawi (Suara Sekadau) – Pemerintah desa di wilayah Kecamatan Menukung membantah adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang disebut-sebut masih berlangsung di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Melawi, khususnya di wilayah Dusun Tain, Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi.
Kapolsek Menukung, Iptu Suyono saat melakukan pengecekan lapangan di desa keruap dusun Tain bersama pihak desa sekaligus melakukan sosialisasi.SUARASEKADAU/SK
Kepala Dusun Tain, Ria, menegaskan bahwa saat ini tidak ditemukan lagi aktivitas pekerja maupun kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan material dari sungai seperti yang sempat beredar di media sosial.
Menurutnya, berdasarkan pemantauan aparat desa di tingkat dusun bersama masyarakat setempat, lokasi yang disebutkan sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas apa pun.
“Kami dari pemerintah desa sudah melakukan pengecekan langsung. Saat ini tidak ada lagi aktivitas di lokasi tersebut seperti yang diberitakan. Situasi di lapangan dalam kondisi normal,” ujar perwakilan pemerintah desa, Kamis (5/3/2026).
Pihak desa juga menjelaskan bahwa kondisi pendangkalan yang terjadi di beberapa titik Sungai Melawi tidak sepenuhnya disebabkan oleh aktivitas manusia. Faktor alam seperti perubahan arus sungai, sedimentasi, serta kondisi cuaca juga turut memengaruhi kondisi sungai.
“Pendangkalan sungai itu juga dipengaruhi faktor alam, seperti endapan material yang terbawa arus saat musim hujan. Hal itu memang sering terjadi di beberapa bagian sungai,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon melalui Kapolsek Menukung IPTU Suyono turut memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang dimaksud setelah adanya informasi yang beredar.
Kapolsek menegaskan bahwa dari hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan adanya aktivitas PETI maupun kegiatan pengolahan material di aliran sungai tersebut.
“Kami sudah turun langsung melakukan pengecekan di lokasi bersama pihak desa setempat. Dari hasil pemantauan di lapangan tidak ditemukan aktivitas PETI ataupun kegiatan yang dimaksud dalam informasi yang beredar,” tegas IPTU Suyono kepada Suara Kalbar.co.id, Jumat (6/3/2026).
Pihak kepolisian bersama pemerintah desa juga memastikan akan terus melakukan pemantauan di wilayah tersebut guna memastikan tidak adanya aktivitas tambang ilegal serta menjaga kondisi lingkungan di sekitar aliran Sungai Melawi.[SK]