![]() |
| Gubernur Kalbar Ria Norsan Saat hadiri perayaan imlek dan cap go meh di Singkawang.SUARASEKADAU/SK |
Perayaan diawali dengan pemukulan Loku sebagai tanda dibukanya secara resmi rangkaian kegiatan. Ribuan masyarakat yang memadati pusat kota kemudian disuguhkan berbagai atraksi budaya, mulai dari arak-arakan naga, parade Tatung, hingga kendaraan hias yang diikuti 722 peserta. Atraksi tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang menyaksikan kemeriahan budaya khas Singkawang.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara, di antaranya Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Turut hadir pula para duta besar negara sahabat, jajaran Forkopimda Kalimantan Barat dan Kota Singkawang, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengajak masyarakat memaknai simbol Kuda Api yang menaungi tahun ini. Ia menjelaskan bahwa kuda melambangkan kerja keras, ketangguhan, dan kecepatan dalam melangkah maju, sementara api melambangkan energi, keberanian, dan semangat menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Semoga energi Kuda Api ini membawa kesehatan, keberkahan, dan kemakmuran bagi kita semua, serta menyalakan tekad untuk terus berinovasi demi kemajuan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Keunikan perayaan tahun ini semakin terasa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Cahaya lampion Imlek yang menghiasi kota berpadu dengan suasana ibadah Ramadan, menciptakan nuansa yang penuh harmoni dan kebersamaan.
“Inilah wajah sejati Kalimantan Barat. Perbedaan tidak menciptakan jarak, tetapi menghadirkan kekuatan untuk saling menghormati dan mempererat persatuan,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan parade Tatung, tradisi budaya yang sarat nilai spiritual dan keberanian yang diwariskan lintas generasi. Festival Cap Go Meh Singkawang kini tidak lagi sekadar agenda daerah, tetapi telah masuk dalam program Kharisma Event Nusantara yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan harapan bagi masyarakat Indonesia.
Ia mengingatkan sejarah panjang Singkawang sebagai ruang perjumpaan budaya sejak abad ke-18, di mana masyarakat Tionghoa, Melayu, dan Dayak hidup berdampingan dalam harmoni.
“Narasi kebangsaan Indonesia bukanlah narasi yang seragam, melainkan narasi yang dibangun di atas keberagaman,” tegasnya.
Bambang juga mengapresiasi peran Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang membuka ruang pengakuan bagi Hari Raya Imlek sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Singkawang sebagai melting pot sekaligus etalase keberagaman Indonesia.
“Festival Cap Go Meh ini bukan hanya ekspresi tradisi dan budaya yang luhur, tetapi juga bukti bahwa keberagaman merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia diharapkan tetap kokoh dengan memperkuat persatuan di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.
Perayaan bertema “Harmoni Imlek Nusantara” ini diharapkan semakin memperkuat posisi Singkawang sebagai kota toleransi yang terus berkembang menjadi kota modern tanpa meninggalkan akar budaya yang kuat.[SK]