|

Viral Dugaan Beras SPHP Oplosan di Kubu Raya, Bulog Kalbar Pastikan Kualitas Diawasi Ketat

 

Kepala Kantor Wilayah (Kaknwil) Perum Bulog Kalimantan Barat (Kalbar) Rasiwan saat bertemu awak media menjelaskan terkait dugaan adanya beras oplosan SPHP di Kabupaten Kubu Raya. Minggu (01/02/2026).SUARASEKADAU/SK
Kubu Raya (Suara Sekadau) – Sebuah video yang menampilkan dugaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oplosan atau palsu viral di media sosial dan menyita perhatian publik di Kabupaten Kubu Raya. Video tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas beras program pemerintah yang beredar di pasaran.

Dalam tayangan video itu, beras SPHP yang dibeli di salah satu warung di wilayah Kubu Raya disebut memiliki warna kekuningan dan kehitaman, banyak butir pecah, serta dinilai cepat basi saat dimasak. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan mutu dan keamanan beras SPHP.

Menanggapi viralnya informasi tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog Kalimantan Barat, Rasiwan, menegaskan bahwa Bulog selalu menerapkan mekanisme pengawasan ketat terhadap kualitas beras sebelum disalurkan ke masyarakat.

“Dalam mekanisme kami, sebelum komoditas keluar dari gudang, petugas melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas beras yang akan disalurkan sudah sesuai standar,” ujar Rasiwan saat ditemui di Gudang Bulog Sungai Raya, Senin (02/02/2026).

Rasiwan menegaskan, masyarakat Kalbar tidak perlu ragu untuk melapor apabila menemukan beras SPHP dengan kualitas yang tidak sesuai. Bulog, kata dia, siap melakukan penukaran atau penggantian beras tersebut.

“Kami berharap masyarakat maupun jaringan Bulog segera melapor jika menemukan beras yang tidak sesuai standar. Kami memiliki tim pemantau SPHP. Laporan bisa disampaikan melalui jaringan atau gudang Bulog. Kami siap menukar atau mengganti beras tersebut,” tegasnya.

Menurut Rasiwan, hingga saat ini Bulog Kalbar belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan beras SPHP oplosan. Informasi tersebut baru diketahui melalui media sosial dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak Bulog.

“Secara resmi belum ada laporan, informasinya baru dari media sosial. Namun langsung kami konfirmasi kepada yang bersangkutan agar dilaporkan ke kami dan segera kami ganti,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa beras SPHP yang beredar saat ini merupakan stok tahun 2024 jenis Vietnam. Meski telah melalui proses sortir dan pengemasan, Bulog mengakui kemungkinan adanya ketidaksempurnaan dalam proses kerja.

“Kami sudah melakukan penyortiran, namun dalam proses kerja tidak bisa menjamin semuanya sempurna. Karena itu, kami akan memperketat pengawasan pemeriksaan kualitas,” jelas Rasiwan.

Lebih lanjut, Rasiwan memastikan seluruh tim di gudang-gudang Bulog se-Kalimantan Barat tetap menjalankan pengawasan sesuai standar operasional sebelum beras didistribusikan ke masyarakat. Bulog Kalbar juga telah menginstruksikan seluruh jaringannya, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), untuk terus memantau kualitas beras sebelum dijual.

“Tim kami memonitor seluruh jaringan agar beras yang dijual benar-benar memenuhi standar kualitas,” katanya.

Apabila masyarakat menemukan beras SPHP dengan kualitas buruk, laporan dapat disampaikan melalui jaringan Bulog, RPK, atau kontak person terdekat yang tersedia.

“Beras bisa langsung diganti. Sementara untuk dugaan oplosan, itu merupakan ranah aparat penegak hukum untuk melakukan analisis lebih lanjut. Prinsipnya, kami memastikan komoditas yang dikirim benar-benar dikawal oleh tim kami,” pungkas Rasiwan.[SK]
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini