![]() |
| Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu.SUARASEKADAU/SK |
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menyasar sejumlah permukiman warga serta Gereja Utusan Pantekosta Indonesia (GUPDI) Sekadau Hulu yang sebelumnya terdampak banjir. Aksi pembersihan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam dengan melibatkan personel Polsek Sekadau Hulu, Koramil Sekadau Hulu, Brimob, Pemerintah Kecamatan Sekadau Hulu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sekadau.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca bencana sekaligus wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir.
“Selain melakukan pembersihan, petugas juga melaksanakan pengecekan dan koordinasi dengan pemerintah desa, patroli di kawasan terdampak, pengaturan lalu lintas di area genangan, serta pengecekan kesehatan warga bersama petugas puskesmas,” ujar AKP Triyono.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan juga disiapkan melalui posko penanganan banjir. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan langsung ke rumah-rumah warga yang mengalami gangguan kesehatan pasca banjir, baik di Kecamatan Sekadau Hulu maupun di wilayah terdampak lainnya seperti Kecamatan Nanga Taman.
Di Desa Rawak Hilir yang merupakan pusat Kecamatan Sekadau Hulu, dampak banjir masih dirasakan oleh warga. Aktivitas masyarakat sempat terganggu, namun seiring dengan surutnya air, sejumlah rumah mulai dibersihkan dan akses jalan yang sebelumnya tergenang kini berangsur normal serta sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman, namun ada juga yang tetap bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang berharga,” jelas AKP Triyono.
Ia menyebutkan, debit air Sungai Sekadau di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu saat ini telah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi kiriman air dari wilayah Kecamatan Nanga Taman jika curah hujan kembali meningkat.
“Personel Polsek Sekadau Hulu bersama BPBD, TNI, dan unsur terkait masih terus memantau perkembangan situasi. Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” tambahnya.
Dalam penanganan pasca banjir tersebut, keselamatan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta warga yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Sementara itu, Pendeta Gereja Utusan Pantekosta Indonesia (GUPDI) Sekadau Hulu, Yohanes Santosa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh aparat TNI-Polri dan pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri, Forkopimcam Sekadau Hulu, BPBD, Damkar, dan semua pihak atas bantuan serta kepedulian yang sangat berarti bagi kami yang terdampak banjir,” tuturnya.[SK]