|

Kapal Mati Mesin di Muara Sambas, Nelayan Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

  

Tim SAR Gabungan mengevakuasi nelayan Efendi (48) yang terombang-ambing di perairan Muara Sungai Sambas akibat kapal mati mesin.SUARASEKADAU/SK
Sambas (Suara Sekadau) – Seorang nelayan bernama Efendi (48) berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan setelah sempat terombang-ambing di tengah laut akibat kapal yang ditumpanginya mengalami mati mesin, Jumat (9/1/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di perairan sekitar BUI 3 Muara Sungai Sambas, Kabupaten Sambas. Informasi adanya nelayan yang mengalami kondisi darurat di laut dibenarkan oleh Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah. Ia menyebut laporan diterima setelah kapal nelayan tersebut tidak dapat bergerak akibat gangguan pada mesin.

“Benar, kami menerima laporan kapal nelayan mati mesin. Korbannya bernama Efendi, usia 48 tahun, warga Desa Merubung, Kecamatan Tekarang,” ujar Zulhijah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Pada pukul 14.07 WIB, tim tiba di titik koordinat 1°10’49.61″ Lintang Utara – 108°55’14.24″ Bujur Timur dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan segera melakukan evakuasi terhadap korban.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Penjajab dalam kondisi selamat. Proses penyelamatan berlangsung lancar meski sempat dihadapkan pada kondisi gelombang laut yang cukup tinggi.

Sekitar pukul 15.57 WIB, korban diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya dibawa ke RSUD Pemangkat untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Setelah korban dinyatakan aman, pada pukul 16.10 WIB, Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Sintete, TNI Angkatan Laut, Polairud Polres Sambas, Badan Keamanan Laut (Bakamla), RSUD Pemangkat, Potensi SAR Kabupaten Sambas, serta keluarga korban.

“Peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi satu unit RIB, peralatan evakuasi dan medis, navigasi, komunikasi, perlengkapan pendukung, serta alat pelindung diri. Selama operasi berlangsung, cuaca terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 15 knot dari arah barat daya dan jarak pandang mencapai 10 kilometer,” pungkas Zulhijah.[SK]
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini