|

Kasus ISPA Di Ketapang Naik Jadi 673, Dinkes Siagakan 24 Puskesmas

Kabut asap Karhutla menyelimuti pusat kota Kabupaten Ketapang memicu peningkatan kasus ISPA. SUARASEKADAU/SK
Ketapang (Suara Sekadau) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Ketapang terus mengalami peningkatan dalam tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau panjang yang memicu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang yang dihimpun dari 24 puskesmas dan rumah sakit, kasus ISPA pada pekan ke-29 tahun 2026 tercatat sebanyak 587 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 597 kasus pada pekan ke-30 dan kembali melonjak menjadi 673 kasus pada pekan ke-31.

Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 86 kasus dalam kurun waktu tiga pekan. Tren peningkatan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berlangsung bersamaan dengan memburuknya kondisi udara akibat kabut asap.

Selain ISPA, kasus diare juga mengalami peningkatan. Pada pekan ke-29 tercatat 136 kasus, kemudian naik menjadi 141 kasus pada pekan ke-30 dan kembali meningkat menjadi 164 kasus pada pekan ke-31.

Sementara itu, data kasus pada pekan ke-32 masih dalam proses pengolahan. Dinas Kesehatan memperkirakan jumlah kasus masih berpotensi bertambah apabila musim kemarau dan kondisi kualitas udara buruk terus berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena kabut asap mulai semakin memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

“Kasus ISPA memang mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Kami terus melakukan pemantauan melalui seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan mendapatkan penanganan,” kata Feria, Jumat (21/8/2026).

Menurut Feria, musim kemarau berkepanjangan juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit diare apabila masyarakat menggunakan air yang kualitasnya tidak terjamin.

“Kami juga melihat adanya peningkatan kasus diare. Karena itu, masyarakat kami imbau untuk menjaga kebersihan, terutama memastikan air yang dikonsumsi benar-benar bersih dan aman,” ujarnya.

Puskesmas Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Menghadapi peningkatan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang telah menginstruksikan seluruh puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketersediaan obat-obatan dan oksigen juga dipastikan aman untuk mendukung penanganan pasien, khususnya penderita ISPA yang membutuhkan terapi oksigen.

“Kami sudah menginstruksikan 24 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Obat-obatan dan oksigen juga kami pastikan tersedia sehingga apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan, bisa segera dilayani,” jelas Feria.

Meski terjadi peningkatan kasus, hingga saat ini Dinas Kesehatan belum menerima laporan pasien meninggal dunia akibat ISPA maupun diare selama periode tersebut.

Dinkes Ketapang mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memastikan air yang dikonsumsi aman dan layak digunakan.

Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kasus penyakit yang berpotensi meningkat akibat dampak kabut asap dan keterbatasan sumber air bersih. Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan diharapkan dapat memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan secara cepat dan tepat. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play