Pontianak (Suara Sekadau) – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat Tahun 2026. Salah satu rekomendasi yang mencuri perhatian adalah usulan Kabupaten Sekadau sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga arung jeram.
Sekadau Diusulkan Jadi Venue Arung Jeram Porprov XIV Kalbar 2026. SUARASEKADAU/SK
Usulan tersebut disampaikan oleh KONI Kabupaten Sekadau dalam rapat komisi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rakerprov KONI Kalbar. Gagasan itu mendapat respons positif dari peserta forum karena Sekadau dinilai memiliki potensi alam yang mendukung pelaksanaan kompetisi arung jeram, terutama keberadaan sungai dengan karakteristik yang sesuai untuk perlombaan.
Penunjukan venue di Sekadau juga dinilai sejalan dengan konsep penyelenggaraan Porprov XIV Kalbar yang mengedepankan pemerataan lokasi pertandingan di sejumlah kabupaten dan kota. Melalui skema tersebut, manfaat penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh daerah-daerah di Kalimantan Barat.
Ketua Umum KONI Kabupaten Sekadau, Sunardi, mengatakan usulan tersebut lahir dari upaya memaksimalkan potensi daerah sekaligus menindaklanjuti arahan Bupati Sekadau terkait pengembangan sektor olahraga dan pariwisata.
Menurutnya, sungai yang ada di wilayah Sekadau memiliki karakteristik yang mendukung untuk pelaksanaan olahraga arung jeram. Potensi tersebut dinilai tidak hanya layak dimanfaatkan sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai sarana promosi wisata olahraga yang dapat memperkenalkan Kabupaten Sekadau ke tingkat yang lebih luas.
“Diusulkannya Sekadau sebagai tuan rumah cabor arung jeram ini juga didasari arahan dari Bapak Bupati Sekadau. Keberadaan sungai dengan karakteristik yang sesuai di wilayah Sekadau dinilai dapat menjadi sarana kompetisi sekaligus promosi potensi wisata olahraga bagi daerah penyelenggara,” ujar Sunardi.
Dalam pembahasan Rakerprov, peserta forum juga menekankan pentingnya pemerataan lokasi pertandingan Porprov 2026. Penyelenggaraan cabang olahraga di luar daerah tuan rumah utama dinilai mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat.
Selain aspek pemerataan, sejumlah faktor teknis turut menjadi pertimbangan dalam penentuan venue, di antaranya kesiapan sarana dan prasarana, aksesibilitas lokasi, standar keselamatan atlet, serta dukungan pemerintah daerah. Kabupaten Sekadau disebut siap memberikan dukungan penuh apabila usulan tersebut nantinya disetujui dan ditetapkan secara resmi oleh KONI Kalbar.
Peserta Rakerprov berharap keputusan final mengenai venue masing-masing cabang olahraga dapat segera ditetapkan agar pengurus, pelatih, dan atlet memiliki kepastian dalam menyusun program persiapan menuju Porprov XIV Kalbar.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakerprov akan menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan venue resmi Porprov XIV Kalbar 2026.
“Rekomendasi hasil Rakerprov ini selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan KONI Kalbar dalam menetapkan venue resmi cabang olahraga pada Porprov XIV Kalbar 2026 yang akan berlangsung pada 7 hingga 14 November 2026,” ujar Daud Yordan usai menutup Rakerprov di Pendopo Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (17/6/2026).
Porprov XIV Kalbar merupakan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi yang akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Selain menjadi wadah pembinaan prestasi olahraga daerah, event ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta promosi potensi daerah melalui penyelenggaraan berbagai cabang olahraga di sejumlah wilayah. [SK]