– Pemerintah Kabupaten Mempawah menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam atas musibah kematian massal ikan keramba yang terjadi di aliran Sungai Mempawah. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya ikan yang menggantungkan mata pencaharian dari usaha keramba apung.
Bupati Mempawah Erlina mengatakan, kejadian tersebut menjadi pukulan berat bagi perekonomian masyarakat, khususnya para peternak ikan yang selama ini mengandalkan sektor budidaya perikanan sebagai sumber penghasilan keluarga.
“Peristiwa ini tentu menjadi pukulan yang berat bagi perekonomian kita. Kami turut prihatin dan berempati sedalam-dalamnya atas kerugian yang dialami para pembudidaya ikan,” ujar Erlina, Kamis (11/6/2026).
Menurut Erlina, ikan mas menjadi komoditas yang paling terdampak dalam kejadian tersebut karena lebih rentan terhadap perubahan kondisi air. Sementara itu, ikan nila dan lele masih memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap perubahan lingkungan perairan.
Meski demikian, Bupati meminta masyarakat, terutama para pembudidaya ikan, agar tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan penanganan dengan menurunkan tim dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah untuk melakukan pemantauan serta pendataan kondisi di lapangan.
Tim tersebut juga melakukan koordinasi dengan para pemilik keramba binaan dinas guna mengetahui dampak kerugian yang dialami masyarakat akibat kejadian tersebut.
“Dugaan sementara, kematian massal ikan tersebut dipicu meningkatnya tingkat keasaman air sungai akibat faktor alam yang memengaruhi kualitas perairan,” jelas Erlina.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Pemerintah Kabupaten Mempawah terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mengupayakan bantuan bibit ikan sebagai langkah pemulihan usaha para pembudidaya.
Selain penanganan darurat, Pemkab Mempawah juga mulai menyiapkan langkah strategis agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pemerintah daerah akan memperkuat sistem pemantauan kualitas air sungai, termasuk melakukan pengawasan terhadap tingkat keasaman air secara berkala.
Dengan adanya pemantauan tersebut, para pembudidaya diharapkan dapat mengetahui perubahan kondisi lingkungan perairan lebih cepat sehingga dapat mengambil langkah antisipasi dan menentukan jenis ikan yang lebih sesuai dengan kondisi sungai.
Pemkab Mempawah juga berencana melakukan penataan kembali kawasan keramba apung melalui pengaturan lokasi dan kapasitas keramba agar sirkulasi air sungai tetap terjaga serta mendukung keberlangsungan usaha budidaya ikan masyarakat.
Selain itu, upaya pemulihan daerah aliran sungai (DAS) menjadi perhatian pemerintah daerah dengan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Mempawah dari hulu hingga hilir.
Dalam upaya tersebut, Pemkab Mempawah akan membangun komunikasi dan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Landak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, akademisi, serta komunitas masyarakat.
Bupati Erlina mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, khususnya Sungai Mempawah yang menjadi sumber kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat betapa bergantungnya kita pada daya dukung alam. Mari bersama menjaga Sungai Mempawah dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Sungai yang sehat adalah urat nadi kehidupan dan perekonomian kita bersama,” pungkasnya.[SK]
