![]() |
| Mortir yang ditemukan warga di muara Sungai Beduai.SUARASEKADAU/SK |
Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, menjelaskan mortir awalnya ditemukan di dasar sungai. Demi menghindari risiko ledakan, warga kemudian memindahkannya ke lokasi yang lebih aman jauh dari permukiman.
“Setelah mendapatkan mortir tersebut, diangkat ke daratan dan kemudian disimpan kembali di Sungai Sekayam yang jauh dari pemukiman penduduk agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan apabila mortir tersebut meledak,” ujarnya.
Selanjutnya mortir diserahkan ke polisi untuk dilakukan pemeriksaan. Petugas kini masih menganalisis asal-usul benda tersebut serta kemungkinan adanya mortir lain yang masih terpendam di sekitar lokasi.
“Diduga mortir tersebut masih aktif dan merupakan sisa saat terjadinya perang di wilayah Kalimantan Barat,” tambahnya.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan satuan Brimob Polres Sanggau guna penanganan lanjutan sesuai prosedur bahan peledak.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di Sungai Beduai maupun Sungai Sekayam diimbau meningkatkan kewaspadaan. Polisi meminta warga segera melapor jika menemukan benda mencurigakan.
“Bhabinkamtibmas Polsek Beduai melaksanakan binluh dan imbauan kepada masyarakat agar segera memberitahu pihak berwajib apabila kembali menemukan mortir guna dilakukan penanganan cepat dan tepat,” pungkas AKP Heri Triyana.[SK]
