|

Disdikbud se-Kalbar Bahas Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan di Singkawang

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi saat bersama peserta Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat di Kantor Dinas Disdikbud Singkawang, Senin (21/9/2026). SUARASEKADAU/SK
Singkawang (Suara Sekadau) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan para kepala dinas pendidikan dan kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Disdikbud Kota Singkawang tersebut membahas strategi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus implementasi sejumlah program prioritas pendidikan di Kalimantan Barat.

Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan kegiatan tersebut digelar sejalan dengan arahan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Barat. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan strategi dan membahas program prioritas agar peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kami melaksanakan kegiatan ini selaras dengan arahan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Strategi yang kita lakukan bersama jajaran Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten, kota, hingga Pemprov Kalbar adalah mendiskusikan program-program prioritas agar mutu pendidikan di Kalimantan Barat dapat terus meningkat,” ujar Asmadi.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan dengan strategi yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap daerah perlu memiliki kesamaan persepsi dan metode agar upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat memberikan dampak yang merata di seluruh Kalimantan Barat.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu pendidikan menjadi perhatian bersama, salah satunya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi. Targetnya, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat dapat mencapai kategori tuntas literasi dan numerasi berdasarkan penilaian rapor pendidikan.

“Dalam forum diskusi ini, kami merumuskan langkah konkret yang harus dilakukan. Termasuk bagaimana sikap dan tahapan tindak lanjut yang wajib dilaksanakan pasca-gangguan kabut asap terhadap aktivitas belajar mengajar,” jelasnya.

Asmadi juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong penyiapan Generasi Emas melalui pembelajaran kreatif berbasis digital di sekolah. Percepatan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan turut menjadi perhatian, bersamaan dengan upaya menekan angka putus sekolah.

“Inilah amanah yang harus kita emban bersama. Target kita adalah meningkatkan rata-rata lama sekolah warga Kalbar. Program Wajib Belajar 13 Tahun harus tuntas dengan mengoptimalkan kemampuan dan kearifan lokal masing-masing daerah,” tambah Asmadi.

FGD tersebut menjadi pertemuan pertama yang digelar di Kota Singkawang. Kegiatan serupa direncanakan berlangsung secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepala BPMP Kalbar, Iwan Kurniawan, mengatakan forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai persoalan pendidikan sekaligus merumuskan langkah dalam menjalankan program prioritas.

“Kami bersama-sama mendiskusikan isu penting dalam pendidikan di Kalbar. Bagaimana menyukseskan program prioritas yang digali langsung dari ide-ide Dinas Pendidikan, lalu dieksekusi secara berkolaborasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Iwan.

Iwan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu perhatian utama adalah memitigasi risiko learning loss atau kehilangan kesempatan belajar yang dapat memengaruhi perkembangan akademik siswa.

Selain itu, optimalisasi digitalisasi sekolah juga terus didorong untuk menunjang proses pembelajaran di berbagai daerah.

“Jika semua kabupaten/kota bergerak bersama meningkatkan kualitasnya, otomatis mutu pendidikan di Kalbar akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play