Sekadau) – Kafilah Kota Pontianak mencatat prestasi membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Kabupaten Kayong Utara, 1–9 Agustus 2026.
Meski belum berhasil merebut gelar juara umum berdasarkan akumulasi poin, Kota Pontianak menjadi daerah dengan perolehan medali emas terbanyak, yakni 12 emas. Capaian tersebut meningkat dibandingkan MTQ sebelumnya yang menghasilkan 11 medali emas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kerja keras seluruh kafilah, pelatih, pendamping, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kota Pontianak dalam ajang tersebut.
“Walaupun tidak juara umum, saya bangga dari sisi kualitas. Kita juara dari medali emas,” ujar Edi saat menyambut kepulangan kafilah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Menurut Edi, perolehan 12 medali emas menunjukkan adanya peningkatan kualitas kafilah Pontianak. Namun, capaian tersebut tetap perlu dievaluasi karena penentuan juara umum MTQ didasarkan pada akumulasi poin dari seluruh peringkat yang diraih peserta.
Ia meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak memperkuat pola pembinaan secara berkelanjutan. Para peserta yang telah meraih prestasi juga diminta tidak berhenti berlatih setelah kompetisi berakhir.
“Yang dapat emas sekarang ini harus terus berlatih. Bahkan setiap bulan kita kasih insentif. Yang kedua, yang ketiga, jangan lupa ikut berlatih. Termasuk pelatih dan pembimbing,” katanya.
Edi menambahkan, pembinaan juga harus diarahkan pada pencarian serta pengembangan bibit-bibit baru. Langkah tersebut dinilai penting agar prestasi Pontianak tidak hanya dipertahankan, tetapi terus mengalami peningkatan pada setiap pelaksanaan MTQ.
Terlebih, Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2027. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi Pontianak untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus meningkatkan prestasi kafilah.
“Kita sudah mulai melakukan upaya, termasuk yang sudah juara ini terus kita latih. Kita akan datangkan mungkin pelatih-pelatih. Ini cita-cita kita sehingga tahun depan sebagai tuan rumah kita sudah merasa siap dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Pontianak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah mengatakan kafilah Pontianak berhasil mencatat 34 prestasi dari berbagai cabang lomba dalam MTQ XXXIV Kalbar.
Dari capaian tersebut, Pontianak mengoleksi 12 medali emas, disertai medali perak, perunggu, serta sejumlah gelar juara harapan.
“Secara medali emas, Pontianak berada di posisi pertama. Tahun lalu 11 emas, tahun ini 12 emas. Artinya secara prestasi ada peningkatan,” jelas Amirullah.
Meski demikian, Amirullah menilai evaluasi tetap diperlukan, terutama untuk meningkatkan jumlah peserta yang mampu menembus babak final. Semakin banyak peserta yang mencapai babak final, semakin besar peluang Pontianak mengumpulkan poin dan bersaing memperebutkan gelar juara umum.
Ia berharap hasil MTQ Kalbar 2026 menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan menghadapi MTQ tingkat provinsi 2027 serta berbagai ajang MTQ di tingkat nasional.
“Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga kafilah Pontianak tidak hanya kuat di tingkat Kalimantan Barat, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. [SK]
.jpeg)