|

Terminal Kijing Buka Peluang Ekspor, Pemkab Mempawah Ajak Generasi Muda Garap Pasar Global

Dinas Perindagnaker Mempawah siap membuka pintu komunikasi dan memfasilitasi siapapun yang punya kemauan kuat untuk maju melalui layanan Export Center. SUARASEKADAU/SK
Mempawah (Suara Sekadau) – Beroperasinya Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah menjadi angin segar bagi aktivitas ekspor Kalimantan Barat. Momentum ini tidak hanya membuka jalur logistik yang lebih efisien, tetapi juga menghadirkan peluang besar bagi masyarakat untuk menembus pasar internasional.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) mengajak generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan tampil sebagai pelaku usaha dan motor penggerak ekspor daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagnaker Kabupaten Mempawah, Hendri Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis jauh sebelum Terminal Kijing beroperasi. Tujuannya adalah mendorong masyarakat memanfaatkan akses ekspor untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan kesejahteraan ekonomi.

"Sesuai arahan Bupati dan Ibu Johana selaku Kepala Dinas, jauh sebelum Terminal Kijing beroperasi kami telah memformulasikan bagaimana masyarakat bisa menjual produknya ke luar negeri. Saat ini kami mengajak, khususnya anak-anak muda Mempawah, untuk jeli melihat peluang ini. Pasar internasional kini jauh lebih dekat dari yang kita bayangkan," ujar Hendri di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Hendri, masih banyak komoditas lokal yang selama ini dianggap tidak bernilai, padahal memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Salah satunya adalah pelepah kelapa sawit yang selama ini kerap dibuang atau dibakar. Padahal, setelah melalui proses pengolahan sederhana, pelepah sawit memiliki nilai ekonomi tinggi karena dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk berbasis organik.

"Banyak yang belum menyadari bahwa Kabupaten Mempawah menyimpan potensi ekspor yang sangat besar. Pelepah sawit yang sering dianggap limbah ternyata memiliki nilai jual tinggi di pasar global," katanya.

Selain pelepah sawit, Hendri menyebut jantung pisang juga memiliki pasar khusus di Australia. Sementara itu, jahe dan serai kering diminati industri di Tiongkok, sedangkan coco fiber atau serabut kelapa yang selama ini sering dianggap limbah justru menjadi komoditas bernilai tinggi di berbagai negara Eropa, termasuk Jerman.

Ia menilai peluang tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan modal kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar. Menurutnya, seseorang tidak harus memiliki modal besar untuk menembus pasar internasional apabila mampu mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

"Kita tidak selalu membutuhkan modal besar untuk menembus pasar dunia. Yang terpenting adalah mampu melihat peluang dari apa yang ada di sekitar kita, kemudian mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah," jelasnya.

Hendri juga menegaskan bahwa generasi muda tidak harus memiliki kebun luas ataupun pabrik untuk terjun ke dunia ekspor. Mereka dapat mengambil peran sebagai export aggregator atau penghubung antara produsen lokal dengan pembeli di luar negeri. Kemampuan digital yang dimiliki anak muda dinilai menjadi modal besar untuk mengumpulkan produk masyarakat, melakukan kurasi, membangun citra produk, hingga memasarkannya ke pasar internasional.

"Anak muda memiliki keunggulan dalam teknologi digital. Mereka bisa mengumpulkan produk masyarakat, melakukan kurasi, membangun branding, lalu memasarkannya ke pasar internasional. Peran seperti ini sangat dibutuhkan dalam ekosistem ekspor," ujarnya.

Bagi masyarakat yang masih menganggap proses ekspor rumit, Pemkab Mempawah memastikan calon eksportir akan memperoleh pendampingan melalui Export Center di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Melalui program tersebut, masyarakat akan dibimbing mulai dari pemenuhan standar kualitas produk, teknik pengemasan sesuai standar internasional, pengurusan dokumen dan legalitas ekspor, hingga difasilitasi dalam mencari pembeli (buyer matching) di luar negeri.

Dengan adanya pendampingan tersebut, Hendri optimistis semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu menembus pasar ekspor. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam mendorong pelaku UMKM dan masyarakat agar mampu meningkatkan daya saing hingga ke pasar internasional.

Menurutnya, potensi sumber daya lokal tidak boleh berhenti hanya di pasar domestik, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah melalui ekspor yang berkelanjutan.

"Kami di Dinas Perindagnaker siap membuka ruang komunikasi dan memfasilitasi siapa pun yang memiliki kemauan untuk berkembang. Kami akan mendampingi bersama Export Center. Kini saatnya generasi muda berani mengambil peluang dan menjadi bagian dari pelaku ekspor Indonesia," pungkas Hendri.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi maupun pendampingan mengenai ekspor dapat menghubungi Export Center melalui layanan WhatsApp di nomor 0811-5634-141. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play