|

Pemkab Kubu Raya Siapkan Rp500 Juta untuk Penanganan Karhutla, Sujiwo Pastikan Relawan dan Operasional Terpenuhi

Bupati Kubu Raya Sujiwo saat turun padamkan Karhutla. SUARASEKADAU/SK
Kubu Raya (Suara Sekadau) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar kurang lebih Rp500 juta untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran yang berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian masyarakat.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional di lapangan, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), konsumsi personel, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang diperlukan selama proses pemadaman berlangsung.

“Saya sudah mengambil langkah dengan mengeluarkan belanja tidak terduga kurang lebih Rp500 juta. Anggaran ini untuk kepentingan BBM, makan minum, dan kebutuhan operasional lainnya. Saya tidak ingin ada relawan damkar yang terlantar makannya ataupun kendaraan pemadam kehabisan BBM,” ujar Sujiwo usai memimpin pemadaman kebakaran lahan gambut di Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (15/7/2026).

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam berbagai sektor penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Ia menjelaskan, kabut asap akibat kebakaran lahan dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mengganggu aktivitas belajar mengajar, menghambat transportasi udara, hingga memperlambat pergerakan ekonomi daerah.

“Kebakaran lahan berdampak sangat fatal. Sektor kesehatan terganggu karena masyarakat terancam ISPA. Pendidikan juga terdampak jika sekolah harus diliburkan. Bahkan penerbangan bisa terganggu sehingga berpengaruh terhadap perekonomian,” katanya.

Lebih lanjut, Sujiwo mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya memiliki sejumlah objek vital yang harus dijaga dari ancaman kabut asap, seperti Bandara Supadio, Lanud Supadio, Markas Kodam, rumah sakit, serta pusat pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah terus mengedepankan langkah-langkah pencegahan sekaligus respons cepat terhadap setiap titik kebakaran yang muncul agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

Selain memperkuat upaya pemadaman, Sujiwo juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar selama musim kemarau.

“Dengan segala kerendahan hati saya memohon kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya, jangan melakukan pembakaran dengan alasan apa pun. Saya mohon jangan membakar lahan dulu. Kerja keras pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh relawan akan sia-sia jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian bersama terus ditingkatkan sehingga ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.

“Dengan begitu ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini sehingga kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, dan keselamatan warga Kubu Raya tetap terjaga,” pungkasnya.

Langkah cepat yang diambil Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut menunjukkan keseriusan daerah dalam menghadapi musim kemarau serta memastikan seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla dapat bekerja secara maksimal demi melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran. [SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play