![]() |
| Personel AMPC Fire Fighter saat memadamkan api di sebuah rumah kontrakan yang terbakar, Jalan Bardannadi, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kamis (26/3/2026).SUARASEKADAU/SK |
Dengan mengusung slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam”, AMPC Fire Fighter dikenal memiliki semangat juang luar biasa dalam menjalankan misi kemanusiaan yang penuh risiko, bahkan dengan taruhan nyawa.
Yang membuat mereka semakin istimewa, seluruh pengabdian tersebut dilakukan secara sukarela tanpa menerima honor atau gaji. Para personelnya rela meninggalkan pekerjaan dan urusan pribadi setiap kali panggilan darurat datang.
Salah satu kisah pengorbanan terjadi saat penanganan kebakaran rumah kontrakan di Jalan Bardannadi, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Kamis (26/3/2026) pagi. Seorang personel, Johny Khouw, memilih meninggalkan prosesi sembahyang kubur leluhurnya demi segera bergabung memadamkan api.
Sekretaris AMPC Mempawah, Yunardy (Zee K), membenarkan hal tersebut.
“Ya, personel kami ada yang meninggalkan ritual sembahyang kubur keluarganya demi bisa ke lokasi kebakaran. Namanya Johny Khouw,” ujarnya.
Menurut Yunardy, pengorbanan seperti itu sudah menjadi bagian dari komitmen para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Semua tantangan kami hadapi dengan ikhlas dan penuh semangat. Kami bahagia bisa berkontribusi untuk masyarakat dan Mempawah tercinta,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran pemadam kebakaran saat ini tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai operasi kemanusiaan lainnya, termasuk membantu masyarakat dalam situasi bencana seperti banjir.
Karena itu, setiap personel AMPC Fire Fighter dituntut selalu siap siaga kapan pun dibutuhkan, meskipun harus mengorbankan waktu bersama keluarga.
“Motivasi terbesar kami adalah dukungan keluarga dan rasa bangga saat bisa menyelamatkan nyawa,” pungkas Yunardy.[SK].jpg)