Mempawah (Suara Sekadau) – Kecelakaan air terjadi di kawasan Objek Wisata Pulau Temajo, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden yang melibatkan sebuah kano dan speedboat tersebut mengakibatkan tiga wisatawan terdampak, dua di antaranya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kedua korban terluka saat dibawa pulang ke Pontianak usai mendapat penanganan medis di RSUD dr. Rubini Mempawah, Minggu (19/7/2026). SUARASEKADAU/SK
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula saat sebuah speedboat yang sedang menjalani perbaikan mesin dilakukan pengecekan dengan cara menghidupkan mesin. Saat proses tersebut berlangsung, kapal diduga bergerak dan kemudian bertabrakan dengan kano yang saat itu digunakan oleh tiga wisatawan di perairan sekitar lokasi wisata.
Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Mempawah guna memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Akibat benturan tersebut, dua wisatawan asal Kota Pontianak, yakni Binish Ahsan dan Danish Ahsan, mengalami luka-luka. Sementara seorang wisatawan lainnya, Ilmi, turut terdampak dalam insiden tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat mengundang perhatian pengunjung wisata itu.
Sesaat setelah kejadian, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Mempawah bersama pengelola Objek Wisata Pulau Temajo bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para korban. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD dr. Rubini Mempawah untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono melalui Kasi Humas AKP Joko Suyanto membenarkan adanya kecelakaan air tersebut. Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan dengan pendampingan dari pihak keluarga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, kondisi Binish Ahsan dan Danish Ahsan dinyatakan membaik sehingga keduanya diperbolehkan kembali ke Kota Pontianak setelah menjalani perawatan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolres Mempawah telah menginstruksikan Satpolairud Polres Mempawah untuk melakukan penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Proses penyelidikan meliputi pemeriksaan terhadap operator speedboat, pengambilan keterangan dari para saksi, pengamanan barang bukti, serta pendalaman berbagai fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selain melakukan penyelidikan, Polres Mempawah juga memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarganya serta memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka hingga benar-benar pulih.
Di sisi lain, Kapolres turut mengarahkan agar penyelesaian terhadap aspek pemulihan dan tanggung jawab dilakukan secara humanis melalui mekanisme mediasi antara pihak-pihak yang terlibat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polres Mempawah bersama pengelola Objek Wisata Pulau Temajo diminta segera melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan wisata air.
Evaluasi tersebut mencakup penataan zona aktivitas wisata air, pengaturan lalu lintas perairan di sekitar lokasi wisata, hingga pemisahan area perbaikan maupun uji coba operasional speedboat dari area yang digunakan pengunjung untuk beraktivitas.
“Polres Mempawah berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Kami juga menghimbau kepada seluruh pengelola objek wisata dan pengguna sarana wisata air agar senantiasa mengutamakan aspek keselamatan serta mematuhi prosedur operasional guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar AKP Joko Suyanto mewakili Kapolres Mempawah.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat di kawasan wisata air. Selain memastikan kenyamanan pengunjung, pengelola juga diharapkan terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas operasional sarana wisata guna meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang. [SK]